294 Rabu, 25 Februari 2015 | 14:27:53

Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Indonesia di Malaysia

Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Indonesia di MalaysiaIlustrasi

Saat ini tenaga kerja konstruksi asal Indonesia terdapat 250.000 orang, angka yang cukup besar dan seharusnya semua memiliki sertifikasi dari Indonesia. Kenyataannya pemerintah baru memberikan sertifikasi tenaga kerja disana sebanyak 388  orang.

Pemerintah Malaysia memberikan peraturan baru tentang sertifikasi kerja dan pekerjaan konstruksi terkait pekerjaan lapangan.

Hal tersebut membuat tenaga kerja Indonesia tersingkir dari Malaysia. Untuk menangani hal tersebut, Masrianto yang merupakan Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beliau menargetkan memberikan 700 sertifikasi tenaga kerja pada tahun ini.

Sertifikasi ini dilakukan agar tenaga kerja Indonesia lebih kompeten dalam bidang ini dan memiliki kualitas yang baik. Sehingga penghasilan mereka yang bekerja disana lebih tinggi dan membuat mereka sejahtera.

Jika penghasilan pegawai Indonesia naik disana, maka akan berpengaruh positif terhadap Pendapatan Domestik Bruto Nasional.

Beliau juga menjelaskan bahwa di Indonesia sudah ada ketentuan yang mengatur sertifikasi kerja, yang dituangkan pada Undang- undang Pasal 9 No. 18 tentang Jasa Konstruksi yang mewajibkan baik badan konstruksi maupun perseorangan harus memiliki sertifikat resmi.

Peraturan tersebut telah menjelaskan bahwa wajibnya sertifikasi di Indonesia, karena itu merupakan bukti dari kualitas yang dimiliki oleh tenaga kerja.

Sebanyak 269.066 tenaga kerja yang memiliki sertifikat, hanya 86.196 yang merupakan tenaga ahli dan sisanya sebanyak 240.000 adalah tenaga terampil atau pekerja lapangan. Menurut data LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi), totalnya baru mencapai 269.066 yang tersertifikat dari 7 juta tenaga konstruksi. Mestinya sertifikasi tersebut mencapai angka 2 juta orang.

Pada tahun ini merupakan tahun pertama untuk melaksanakan target pemerintah mengenai peningkatan jumlah pegawai yang diberikan sertifikasi selama 2015- 2019 mendatang. Sertifikasi tersebut diberikan kepada tenaga terampil dan tenaga ahli sebanyak 750.000 orang.

Semoga dalam kurun 5 tahun ini pemerintah dapat menyelesaikan targetnya untuk memberikan sertifikasi terhadap tenaga kerja, sehingga akan berdampak baik terhadap negara Indonesia.

Hal positif lainnya juga akan berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia, dan tidak tersaingi oleh tenaga kerja Malaysia.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita