142 Selasa, 16 Desember 2014 | 10:06:16

Properti Di New York- Tokio di Lirik Perusahaan Singapura

Properti Di New York- Tokio di Lirik Perusahaan Singapurahot.detik

Singapura tahun ini  menjadi investor asing terbesar se kawasan Asia . Para developer (pengembang) Singapura menjual apartemen di pasar dalam negeri dan kemudian membeli lagi properti di luar negeri. Hal inilah yang menyebabkan negara pulau ini menjadi investor asing terbesar sekawasan di tahun ini.

Menurut data yang diambil dari Real Capital Analytics Inc, sebuah perusahaan riset khusus investasi di dalam komersil, menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan termasuk City Development Ltd. (CIT) dan Keppel Land Ltd. (KPLD) menyuntikkan dana sebesar $ 2,32 miliar ke dalam pasar luar negeri dalam Sembilan bulan terakhir ini sampai bulan September, Kenaikkan hampir tiga kali lipat dari periode yang sama tahun lalu dan paling banyak didalam sekitar delapan tahun.

Di karenakan adanya kebijakan Pemerintah mengenai pengendalian terhadap harga properti dan berdampak turunnya harga rumah rakyat untuk kuartal keempat secara berturut-turut, periode penurunan ini adalah periode penurunan paling lama terhitung sejak tahun 2009.

Terence Tang, direktur pelaksana pasar modal dan jasa investasi untuk Asia di Colliers International, adalah sebuah perusahaan broker real estate, mengatakan bahwa “ banyak negara-negara Asia seperti Singapura tengah menghadapi langkah pendinginan properti di dalam negeri, dan membuat mereka beralih ke pasar-pasar Barat, disanalah mereka bisa mendapatkan keuntungan sehingga bisa lebih baik dan kuat.

City Development adalah pengembang terbesar ke dua di negara Singapura jika dilihat dari segi nilai pasar, pada September lalu, sebidang tanah di Tokio telah di investasikan oleh pihaknya sebesar S$ 356 juta ($279 juta). Pada bulan Juli tahun lalu, Keppel Land, developer terbesar ketiga di  Singapura, melakukan investasi perdananya di AS dengan pembangunan perumahan terbaik di New York City , senilai $70 juta, di Upper East Side Manhattan dan akan dikembangkan oleh Macklowe Properties Inc.

Pada saat yang bersamaan, para pengembang semakin terbuka tentang kesulitan yang mereka hadapi di Singapura, jika di lihat dari anjloknya harga properti di pasaran. Anjloknya harga rumah sekitar 4 % dari harga tertinggi dalam bulan September 2013, itulah yang membuat Pemerintah mengambil langkah untuk mengekang pertumbuhan didalam pasar dan mencegah penggelembungan spekulatif.

Sumber: analisadaily

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita