354 Senin, 01 Desember 2014 | 12:19:31

Properti Australia Di lirik PT Pembangunan Perumahan

Properti Australia Di lirik PT Pembangunan Perumahansolusi properti

Tahun 2015, PT Pembangunan Perumahan (Persero) tbk akan menginjakkan kakinya di pasar properti mancanegara yakni Perth, Australia. Di Bursa efek Indonesia pada saat menggelar Initial Public offering (IPO), PT Pembangunan Perumahan Properti semangat mencari pembuktian diri.

Proyek yang akan digarap oleh  PT Pembangunan Properti  adalah berupa proyek apartemen dan hotel, proyek tersebut akan berdiri sekitar 12 menara nantinya.
Target perusahaan untuk tahap pertama pada kuartal II-2015 akan dilakukan peletakan batu pertama. Sedangkan untuk pengerjaannya, proyek tersebut ditargetkan akan selesai dalam waktu tiga tahun setelah proyek dimulai.

Dalam menjalankan proyek tersebut PT Pembangunan Perumahan Properti tidak bekerja sendiri namun PT Pembangunan Perumahan Properti melakukan kerja sama dengan pengembang lokal Australia.
Ketika di konfirmasi, pihak manajemen belum dapat berbagi informasi mengenai perihal identitas calon mitra bisnisnya. Mengenai kapan tanggal pasti didirikannya anak perusahaan juga tidak di informasikan.
Menurut Direktur Keuangan Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, minggu lalu, bahwa PP Properti dipastikan memiliki saham mayoritas sebesar 51%. PT PP Properti juga akan menyiapkan dana awal sebesar Rp 150 miliar.

Perkiraan nilai investasi proyek tersebut mencapai hingga 1.1 triliun. Dengan demikian PP Properti akan lebih banyak menggunakan jasa pinjaman di bank sebesar 70 % sedangkan untuk sisanya sebesar 30 % akan ditutupi dari kas internal perusahaan. Itu artinya, pinjaman PP Properti kepada pihak Bank sekitar Rp 770 miliar.

Tumiyana mengatakan bahwa perusahaannya tertarik oleh imbal hasil investasi properti yang besar di Australia . Itulah yang menjadi alasan mengapa PP Properti memilih berinvestasi di Negeri Kanguru.
Tumiyana hanya memberikan alasan singkat mengenai proyeksi pasar Australia sedangkan mengenai target pendapatan dari proyek perdana luar negeri tidak di informasikan secara detail.

PP Properti tidak hanya mengawal rencana ekspansi ke luar negeri saja tetapi juga menyibukkan diri dengan melanjutkan proyek di dalam negeri. Diantaranya, pengembangan proyek mixed-use Grand Kamala Lagoon di Bekasi Jawa Barat, lalu mixed-use Grand Sungkono Lagoon di Surabaya Jawa Timur, apartemen Ayoma di Serpong Banten dan perumahan Payon Amartha di Semarang Jawa Tengah.

Selain itu, PP Properti juga bekerjasama dengan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) lain. Seperti, PT Pertamina membangun apartemen di Tanjung Duren Jakarta. Ada juga proyek mixed-use di Solo Jawa Tengah, bergabung dengan PT Perkebunan Nusantara XI. Tak hanya itu, PT PP Properti juga kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) membuat  perkantoran di Kuningan Jakarta.

Menurut manajemen sebelumnya PP Properti sedang mengincar dana IPO sebesar Rp 1,2 triliun sampai 1,5 triliun. Saham sebesar 30% - 35 % akan di lepas oleh PP Properti kepada publik.

Sumber : Kontan

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita