78 Rabu, 26 November 2014 | 15:09:51

Nathalia Sunaidi : Indonesia adalah Surga Properti

Nathalia Sunaidi : Indonesia adalah Surga PropertiNathalia memamerkan proyeknya - financeroll

Perusahaan pengembang properti anyar garapan pakar hipnoterapi Nathalia Sunaidi hadir untuk menjawab dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan perumahan berkualitas dan harga terjangkau. Perusahaanya bernama Rotterdam properti dan Samara Dana properti.

Baru-baru ini Proyek yang dikembangkannya adalah kondotel dan apartemen di Bali. Walaupun banyak pengembang lain yang menjadi pesaingnya di Bali, proyek Rotterdam Properti cukup diterima oleh para pembeli. Ini dibuktikan dengan penjualan sudah sekitar 30 persen dengan omzet Rp 1,2 triliun.

Proyek apartemen dua menara ini terdiri atas 700 unit dan didirikan diatas lahan seluas 2,1 hektar. Apartemen ini dihargai dari Rp 1 miliar- Rp 2 miliar per unitnya. Apartemen tersebut dijadwalkan selesai dalam waktu tiga tahun ke depan.

Menurut Nathalia Sunaidi, lahan yang semakin berkurang dan tingginya permintaan masyarakat akan properti tinggi dan harga properti semakin tinggi. Bagi Nathalia juga, Indonesia adalah surganya properti. Sebab akan selalu untung jika berinvestasi di Indonesia.

"Di Indonesia, meski Anda salah beli rumah, tetap (harga) naik. Salah lokasi, di ujung dunia pun, tetap naik. Cuma kalau kita pintar, lokasi kita semakin baik, harganya semakin tinggi. Tapi ini hanya berlaku di Indonesia," Nathalia, menambahkan.

Bersama perusahaannya, Rotterdam Properti dan Samara Dana Properti Nathalia telah membangun proyek di Jakarta dan sekitarnya seperti Rotterdam Residence, Rotterdam Business Center, Rotterdam Depok Residences dan Calabasas Residenses.

Proyek-proyek yang digarapnya tersebut terhitung cukup sukses dan mampu terjual dalam waktu singkat.

sumber : gatra, okezone, vivanews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita