323 Kamis, 06 November 2014 | 11:46:20

Paramount Land Hadirkan Klaster La Bella di Serpong

Paramount Land Hadirkan Klaster La Bella di Serpongrumahdijual

Perusahaan pengembang properti PT Paramount Land, kembali merilis sebuah klaster La Bella @Atlanta Village diatas lahan seluas 23 hektar, yang berlokasi di Serpong, Tangerang, Banten, yang merupakan sebuah antisipasi pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.

“Kami akan mendirikan 192 unit rumah pada daerah premium bagian Barat Gading Serpong, berlokasi 50 meter dari tepi danau Kelapa Dua Serpong,” ucap Ervan Adinugroho, Presiden Direktur PT Paramount Land, saat dijumpai di Tangerang, Rabu (05/11/2014).

Penghuni klaster akan disuguhkan pemandangan kota Serpong beserta danau Kelapa Dua dilengkapi dengan sarana ruang terbuka hijau dengan luas 5.500 meter persegi beserta track lari, ucap Ervan.

Ervan juga menambahkan, hunian pada kluster baru tersebut memiliki dimensi luas bangunan 113 meter persegi pada sebidang lahan 80 persegi yang memiliki tiga ruang tidur, 3 kamar mandi, serta kamar pembantu, tempat parkir untuk 2 mobil, dan juga ruang jemur ditawarkan dengan harga berkisar dari Rp 1.770 miliar hingga Rp 1,881 miliar tiap unitnya.

“Nanti kami akan melengkapi klaster dengan sarana club house, kolam renang, retail outlet, serta sarana bermain anak di lokasi tepi danau, dan juga sistem keamanan satu pintu,” tutur Ervan.

Ervan menerangkan, kehadiran La Bella dimaksudkan untuk memenuhi besarnya permintaan rumah tapak, hal yang sejalan dengan planning Paramount mengembangkan strata perkotaan yang seimbang di wilayah Gading Serpong.

Ervan juga menerangkan produk baru tersebut dirancang dengan mengusung tema modern minimalis bergaya bangunan rumah-rumah Atlanta di Amerika Serikat.

Bangunan tersebut terdiri dari 2,5 lantai dalam memberikan ruang tambahan untuk aktifitas keluarga serta desain dengan tata letak ruang yang efisien.

Andreas Nawai, selaku Direktur Marketing Paramount Land menargetkan, La Bella bisa meraih penjualan sebesar  Rp 400 miliar, dan ia mengatakan pada saat perilisan La Bella telah terserap lebih dari 50 unit.

“Untuk investor serta konsumen, mereka akan condong memilih hunian tapak dibandingkan bangunan bertingkat tinggi. Ditambah dengan harga yang tidak beda jauh,” Anderas menambahkan.

La Bella adalah klaster ke Sembilan yang dirilis Paramount Land selama tahun 2014 dengan total 2.200 unit rumah. Sampai akhir bulan Oktober kemarin, penjualan dari Paramount Land telah berada di lebih dari 86 persen dari target pada tahun 2014 ini, dengan angka sejumlah Rp 3 triliun, naik sebesar 10 persen daripada tahun sebelumnya.

Menjelang Masyarakat ekonomi Asean (MEA) yang akan berlaku di 2015 mendatang, Andreas menuturkan hal tersebut merupakan peluang untuk Paramount Land serta pengembang dalam negeri lainnya.

“Kami menyaksikan MEA serta perdagangan bebas bukanlah ancaman untuk pengembang nasional, malah sebaliknya,” ucap dia.

Ia pun menuturkan kendati akhir-akhir ini, pengembang dari Hongkong, Malaysia, serta Singapura telah berinvestasi di Indonesia, tidak akan melindas Paramount Land dan pengembang nasional lainnya.

Andreas juga mengatakan, yang menjadi sebab adalah hanya pengembang lokal yang memahami selera lokal. “Walaupun pengembang asing menenteng dana besar, mereka tidak memahami karakter konsumen lokal, selera lokal, serta pembebasan lahan,”  ucap dia.

Sumber : investor daily

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita