131 Kamis, 25 September 2014 | 18:03:15

Alasan Pengembang Enggan Penuhi Kewajiban Bangun RUSUN

Alasan Pengembang Enggan Penuhi Kewajiban Bangun RUSUNrusunawa perumnas

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta meminta kepada pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta untuk menyediakan tanah agar pengembang dapat menyelesaikan kewajibannya kepada pemerintah. Hal tersebut disebabkan terbatasnya lahan serta mahalnya harga tanah di Jakarta.

Amran Nukman selaku ketua DPD REI DKI Jakarta mengutarakan pihaknya harus melunasi kewajiban membangun rumah susun atau fasilitas sosial dan afasilitas umum di Jakarta. Hal tersebut ia sampaikan saat ia mendirikan apartemen di pusat kota.

Akan tetapi, ketentuan untuk melaksanakan kewajiban itu, dikeluhkan sebab menimulkan efek pada usaha mereka. “Misalnya seperti ini, lokasi usaha property mereka di Pondok Indah, harus dikerjakan di Pondok Indah,” ucap dia, Selasa (23/9/2014) di Jakarta.

Tidak hanya itu, NJOP atau Nilai Jual Objek Pajak sudah sanagt tinggi terutama wilayah pusat kota, misalnya wilayah Sudirman bisa mencapai Rp 60 juta, hal itu menyusahkan pengembang menjalankan kewajibannya. Amran juga mengatakan REI saat ini sedang berusaha dengan membentuk asosiasi sebagai solusinya.

“Jadi bersamaan komunikasi Pemprov membahas kewajiban kami, dari pemda  membahas lahan mana yang akan dibangun,”

Amran menegaskan, ganti rugi yang diberikan piha developer, antara lain proyek Pulo Gebang yang ditargetkan 350 unit rusun, akan tetapi hingga saat ini baru tercapai 200 unit. Sedangkan sisanya masih dalam proses. “Masih tersisa sekitar 150 unit, yang selanjutnya belum ada. Oleh sebab itu pemerintah DKI kami ajak. Ayo yang mama lagi ini,” ucapnya.

Sumber : merdeka

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita