322 Senin, 22 September 2014 | 12:27:11

Transformasi Jababeka, Semrawut menjadi lingkungan asri

Transformasi Jababeka, Semrawut menjadi lingkungan asri ilustrasi perumahan asri

Kawasan Jababeka sebagai kota satelit Jakarta semakin terus membenahi diri. Pada mulanya kawasan Jababeka ini dikembangkan sebagai kawasan industri. Pabrik-pabrik besar milik perusahaan nasional dan mancanegara sudah banyak berdiri di kawasan Jababeka. Dan kini kawasan tersebut menjadi sebuh kawasan terpadu, yaitu Jababeka Residence.

PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) membangun Jababeka Residence melalui anak perusahaannya, PT Graha Buana Cikarang. Produk properti seperti mall, hotel, apartemen ditujukan untuk kalangan atas. Jababeka Residence diyakini akan menjadi contoh muka baru dari Jababeka, dimana lingkungan asri dan residential Friendly. Dibandingkan sebelumnya, Jababeka lebih dikenal dengan kawasan industri yang agak semrawut.

Dilansir dari wawancara dengan media Gatra, Sutedja S. Darmono, Presdir PT Graha Buana Cikarang mengatakan bahwa Jababeka sudah banyak berubah. Setelah ramai kawasan industri tersebut, perusahaan mulai berani mengembangkan kawasan komersial dan residensial. Sutedja juga memastikan KIJA tidak akan membangun kawasan industri lagi, tetapi lebih fokus ke kawasan kota mandiri, dengan melengkapi lagi dengan kawasan komersial dan residensial.

Klaster juga akan dibangun di kawasan tersebut. Klaster terbarunya adalah Neo Java dengan harga Rp 600 juta yang dapat dicicil 18 juta perbulan. Kija juga membangun klaster dengan konsep insan perfilman. Suatu perumahan dengan fasilitas movie production set.

Selain tempat hunian, akan dibangun sebuah Mal yang dikatakan seluas Mal Taman Anggrek. Tanah seluas 16 hektar dan mulai dibangun pada tahun 2015. Sutedja mengaku mal yang akan dibangun adalah kemitraan dengan PT Plaza Indonesia Realty. Mal akan menjadi lokasi kedua pengembangan Plaza Indonesia.

Pada tahap awal, Sudtedja mengatakan Jababeka Residence akan dibangun di lahan seluas 500 hektar. Pada pengembangan lanjutnya akan mencapai 1.500 hektar. Pengembangan sendiri masih terus berlangsung selama lima sampai sepuluh tahun. Sedangkan di tahun ini, target penjualan perusahaan adalah senilai Rp 1,2 triliun, sedangkan sampai saat ini sudah tercapai 50% dari target,

Terkait dengan berbagai kebijakan pemerintah saat ini, Sutedja menjelasakan beberapa hal. Yang pertama Pengembang cukup optimis dengan pemerintahan baru yang akan datang. Dimana program yang diberikan jelas, yakni ingin memajukan infrastruktur. saat ini kebutuhan infrastruktur adalah yang dirasakan kurang. Dengan pembangunan infrastruktur tentu membantu para pengembang properti. Diharapkan target market dari pemerintah dan pengembang dan tersalurkan.

Kedua adalah kaitan dengan kebijakan hunian berimbang. Sutedja mengaku telah memenuhi status hunian berimbang. Namun dia menjelaskan bahwa tidak mungkin membangun hunian berimbang di satu lokasi. Ada rumah mewah, sebelahnya dibangun rumah menengah atau rumah sederhana. Namun sebaiknya hunian menengah bawah dibangun di wiliayah lain agar hunian berimbang berjalan.

Sumber : Gatra

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita