285 Rabu, 10 September 2014 | 13:46:30

Jokowi membunyikan sirine di peresmian Rusunawa Rawa Bebek

Jokowi membunyikan sirine di peresmian Rusunawa Rawa Bebek

Peletakan Batu pertama untuk pembangunan Rumah Susun Sewa Rawa Bebek telah dilakukan hari ini (10/09). Ground breaking dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Rawa bebek, pulogebang Cakung, Jakarta. Jokowi menekan tombol sirine tanda dimulainya pembangunan.

Pembangunan Rusunawa Bebek akan dilakukan oleh Pengembang Properti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). Penunjukan ini sesuai dengan Surat Izin Penunjukkan penggunaan tanah No 2565/-1.711.534 tgl 14 des 2009.

Keempat blok rusun tersebut masing-masing akan memiliki tinggi enam lantai. Setiap lantai terdiri dari 20 unit kamar rumah susun. Sedangkan Total seluruh bloknya adalah sebanyak 400 unit. Keempat blok tersebut akan dibangun diatas lahan seluas 17,8 hektar. Nantinya selain empat blok yang dibangun Summarecon selanjutnya akan dibangun lagi 10 blok lagi yang dibangun oleh beberapa pihak. Dengan standar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Jonathan pasodung, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI mengatakan kawasan Rawa bebek akan ada 14 blok rusun berlantai 6 dan dua tower berlantai 16. Summarecon membangun empat blok, DKI Jakarta membangun 2 tower 4 blok dan empat blok lainnya dibangun oleh Menpera.

Direktur Summarecon Agung Adianto P.A.D mengatakan pembangunan rusunawa ini adalah sebagai kewajiban perusahaan sebagai pengembang. Summarecon akan membangun empat blok rumah susun dan ditargetkan selesai pada bulan September 2015.

Dia menambahkan perusahaan juga akan membangun hunian lagi di pinggir Jakarta untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat di kawasan tersebut.

Sumber : Beritasatu, liputan6, Detiknews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita