237 Selasa, 09 September 2014 | 18:03:11

Paramount mengembangkan pusat pendidikan di Serpong

Paramount mengembangkan pusat pendidikan di Serpongradioaustralia

PT Paramount Enterprise melakukan ekspansi pembangunan gedung pendidikan dengan mendirikan Universitas Matana. Proyek ini bekerja sama dengan Yayasan Dharma Paramitra. Investasi yang disiapkan adalah sebesar Rp 100 miliar.

Ervan Adi, Presiden Direktur Paramount Enterprise Internasional yang juga merupakan Ketua Yayasan Dharma paramitra mengaku ikut bertanggungjawab untuk meningkatkan kualitas SDM bangsa indonesia dengan mendirikan Universitas matana. Terlebih lagi sebentar lagi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean Tahun 2015 akan membuat persaingan semakin besar.

Universitas Matana akan didirikan di kawasan Gading Serpong, Tangerang. Menurutnya dengan kehadiran Universitas Matana ini akan menambah potensi bagi wilayah Gading Serpong. Di kawasan tersebut sudah berdiri Universitas Multimedia Nusantara dan Surya Universitas.

Evan juga mengatakan universitas tersebut akan mampu menyalurkan mahasiswa untuk mengisi kebutuhan sumber daya di perusahaannya. Program studi yang dikembangkan diantaranya adalah manajemen bisnis, desain komunikasi visual, perhotelan, arsitektur dan multimedia. Selain itu Universitas Matana akan memadukan penididkan norma dan entrepreneurship.

Rektor Universitas matana Johannes Pradjitno mengatakan universitas tersebut bertaraf internasional dan memiliki kerjasama dengan pusat pendidikan internasional contohnya dari Korea Selatan. Dengan demikian para pelajar Indonesia tidak perlu menempuh pendidikan di negeri tetangga.

Paramount juga mewacanakan akan mengembangkan sekitar lima fasilitas pendidikan lagi di atas lahan 100 hektar di kawasan tersebut.

Sumber : tribunnews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita