302 Jum'at, 29 Agustus 2014 | 09:45:38

Paramount Rajin Ekspansi Proyek di Luar Jawa

Paramount Rajin Ekspansi Proyek di Luar Jawapakuwon

Untuk mencapai target penjualan 2014 sebesar Rp 3 triliun, PT Paramount Enterprise International rajin membangun proyek tutup tahun di Kalimantan, Bali dan Sumatra. Proyek yang dikatakan merupakan pemanis di akhir tahun 2014 akan didirikan di atas landbank Paramount dengan luas sekitar 1.200 hektar. Andreas Nawawi selaku Managing Director Paramount Enterprise mengungkapkan bahwa di tengah suasana properti yang dingin, penduduk masih berkompetisi menjadikan properti sebagai alat investasi.

"Jadi, pasar properti itu tidak sepi, hanya tinggal cari produknya saja yang tepat sesuai kebutuhan di daerah yang kami tuju," ujar Andreas.

Contohnya, proyek hotel yang dikembangkan melalui anak usaha Paramount Enterprise yakni Parador Hotels and Resorts di Balikpapan, Samarinda dan Berau. Sebagai kota ternyaman di Indonesia layaknya dikatakan oleh Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia, Balikpapan adalah tempat yang cocok untuk membangun hotel berkonsep Meeting, Incentive, Conference and Exhibition (MICE).

Paramount menghabiskan Rp 90 miliar untuk investasi hotel di Balikpapan dengan jumlah 150 unit kamar. Andreas menambahkan, proyek unggulan yang juga tengah digarap dan akan  mengalahkan proyek pengembang lainnya yaitu megaproyek superblok di Bali.

"Kami bangun sky villa yang dilengkapi dengan shopping mall, hotel dan perkantoran di Bali di atas lahan 3,5 hektar. Superblok ini juga kami lengkapi dengan pantai milik sendiri sepanjang 140 meter," jelasnya.

Andreas menyatakan bahwa pihaknya juga membangun superblok di Sumatra yang saat ini dalam tahap pencarian kawasan yang pas. Dia juga menjelaskan selain kawasan yang dinilai prospektif, pengembangan ke luar Jawa yang dilakukan secara agresif juga bertujuan untuk meningkatkan recurring income perusahaan.

"Kalau induk pembangunan di Serpong kan 50:50 dengan Summarecon perihal pembagian lahan , jadi kami ekspansi lebih besar ke megaproyek di luar Jawa," katanya.

Dia yakin industri properti tidak akan surut karena uang masyarakat Indonesia juga tidak berkurang.

"Yang berkurang setahun yang lalu adalah keberanian untuk investasi dan membeli produk properti, tetapi kini konsumen sudah semakin berani.”

 

 

Sumber: bisnis

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita