79 Senin, 11 Agustus 2014 | 14:01:11

Lexington Residence Terbuka akan keluhan warga

Lexington Residence Terbuka akan keluhan warga

Apartemen lexington Residence yang dibangun di daerah Pondok Indah mengalami penolakan dari warga Keluarahan Bintaro, Jakarta Selatan. Warga menggelar unjuk rasa untuk menolak pembangunan apartemen tersebut karena dinilai dibangun di atas tanah resapin air terbesar di wilayah tersebut pada hari Senin (11/08).

Aksi dimulai sejak pukul 08.00 dengan menduduki sebagian badan Jalan untuk akses dari Bintaro ke Pondok Pinang. Akibatnya kemacetan panjang terjadi di jalan Deplu Raya, Bintaro Jakarta Selatan.
Warga membawa berbagai spanduk untuk menyatakan penolakan pembangunan tersebut.

Salah seorang warga, Erros mengatakan bahwa ada oknum yang memalsukan tanda tangan sehingga seolah-olah warga setuju pembangunan tersebut. Eross juga mengatakan bahwa tata ruang pembangunannya aneh, seharusnya tingginya 16 lantai, justru gedung tersebut dibangun setinggi 30 lantai.

Kemudian warga lain, Siti juga merasa terganggu dengan suara keras dari pengerjaan paku bumi setiap malam. "Getarannya seperti gempa bumi, itu ada rumah yang sudah retak-retak, ada pasang air PAM ternyata belum ada pengajuan perencanaan sama sekali", katanya.

Camat Pesanggrahan Eko Suryo menyatakan bahwa apartemen tersebut belum memiliki rekomendasi Amdal. Namun pengerjaan konstruksi juga memang belum dimulai.

Sedangkan tanggapan dari pihak pengelola apartemen Lexington Residence adalah menyatakan bahwa pihaknya tidak membutuhkan tanda tangan persetujuan warga dalam pembangunan apartemen karena tidak ada aturannya, "yang ada adalah program acara sosialisasi kepada warga dan kehadiran ditandai dengan tanda tangan", Demikian kata Ketut Suparta, Head Legal and Permit Apartemen Lexington.

Terkait dengan tinggi apartemen hingga 32 lantai, hal tersebut sudah sesuai dengan rekomendasi Dinas Tata Ruang Provinsi.

Sumber : Detik, Sindonews



📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita