157 Jum'at, 08 Agustus 2014 | 12:27:25

Jembatan Selat Sunda Ditunggu Lampung

Jembatan Selat Sunda Ditunggu Lampungtempo

Para developer dan pebisnis yang ada di wilayah Lampung sangat menunggu dimulainya pengembangan infrastruktur Jembatan Selat Sunda atau JSS dan Kawasan Industri Strategis Selat Sunda atau KSISS. Alasannya, adanya JSS atau KSISS akan merangsang pertumbuhan pasar properti meningkat lagi. Itulah yang diungkapkan Tata Indra selaku Ketua DPD REI Lampung atas harapannya tentang perkembangan sektor properti dan pembangunan infrastruktur di Lampung pada Kompas.com, Kamis (7/8/14).

"Megaproyek JSS dan KSISS menimbulkan efek ikutan yang sangat luar biasa. Selain dapat mempersingkat waktu tempuh, juga berdampak pada gairah perekonomian, khususnya sektor properti. Akan banyak investor dan pemain besar yang tertarik membangun rumah, pusat belanja, dan hotel di sini," kata Tata.

Selama ini, dari Banten menuju Lampung membutuhkan waktu 4 jam. Sedangkan, jika sudah ada JSS yang memiliki panjang 25 kilometer maka waktu tempuh akan menjadi 30 menit saja.

Tata menilai, hingga kini Lampung telah disambangi beberapa pengembang besar seperti Ciputra Group dan PT Bakrieland Development Tbk. Keduanya membangun proyek Citra Garden Lampung dan Kalianda Resort. Mereka mengatakan bahwa Lampung memiliki beberapa potensi.

Tata mengungkapkan, infrastruktur bandaranya akan ditingkatkan menjadi bandara internasional. Sementara, pelabuhan lautnya termasuk dalam klasifikasi A yang berarti mampu disinggahi para kapal bertonase besar. "Infrastrukturlah yang memicu Lampung menjadi lebih terbuka dan mampu bersaing dengan kawasan lainnya di Indonesia," ungkap Tata.

Apalagi, jaringan hotel nasional seperti Dafam Hotels, membangun dan mengelola dua portofolio bersamaan yaitu Luxury Dafam Hotel berjumlah 70 kamar dan Grand Dafam Hotel berjumlah 169 kamar. Masing-masing hotel akan aktif pada Oktober dan Desember 2014 mendatang.

Ninik Aryanti selaku Corporate Public Relation Manager Dafam Hotels mengatakan, Lampung memiliki potensi besar untuk dieskplorasi secara maksimal. Selain kaya akan destinasi wisata, pertumbuhan ekonominya juga relatif mendukung minat subsektor perhotelan dan properti secara umum, yaitu berada pada kisaran 5 persen-6 persen.

"Hal itu memicu pertumbuhan bisnis dan industri meeting, incentives, conference and exhibition (MICE). Untuk mengadakan acara MICE saja, kapasitas ruang yang ada tidak mencukupi karena tidak dapat menampung banyaknya kebutuhan," tutur Ninik.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, kini tingkat okupansi (city occupancy)  hotel di kota Lampung saja mencapai rerata 65 persen. "Tingkat okupansi ini tidak mustahil akan mencapai lebih dari 80 persen bila JSS beroperasi," pungkasnya.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita