363 Rabu, 06 Agustus 2014 | 13:21:31

Peras-suap dalam izin pembangunan Mall Karawang

Peras-suap dalam izin pembangunan Mall Karawangilustrasi pembangunan mall - skycrapper

Kasus antara Bupati Karawang dan Perusahaan Properti PT Tatar Kertabumi telah menetapkan Bupati Karawang Ade Swara dan istrinya Nurlatifah sebagai tersangka karena diduga memeras PT Tatar Kertabumi sebanyak Rp 5 miliar.

Pemerasan dilakukan terkait pengeluaran izin Surat Permohonan Pengelolaan Lingkungan (SPLL) yang diajukan PT Tatar Kertabumi yang diketahui juga merupakan anak perusahaan PT Agung Podomoro Land. PT Tatar Kertabumi meminta surat tersebut untuk izin pembangunan mal di bawah bendera APL.

Ade Swara mengatakan bahwa sebenarnya dia tidak menyetujui izin SPLL kepada PT Tatar Kertabumi. Alasannya rencana pembangunan mall tersebut tidak disepakati oleh Badan Perencanan dan pembangunan Daerah (Bappeda) dikarenakan khawatir akan menimbulkan kemacetan mengingat ruas jalan yang sempit sehingga tidak mungkin bila dibangun mall.

Penolakan tersebut menurut Ade sudah diberitahukan kepada perusahaan, dan meminta pihak perusahaan untuk membangun jembatan dulu untuk mencegah kemacetan apabila mall sudah berdiri. "Saya katakan kepada salah seorang yang diutus perusahaan, tolong perusahaan kita bikin jembatan paling tidak ini sebagai sumbangan untuk orang Karawang. Kalau tidak secara keseluruhan mari kita bangu secara bersama-sama. Dari perusahaan berapa dari pemda berapa." Demikian penjelasan Ade. (5/8)

Penjelasan tersebut adalah bantahan dari Ade karena dituduh telah melakukan pemerasan. Adepun menuding bahwa PT Tatar Kertabumilah yang memiliki inisiatif untuk menyuap dirinya.

Kasus ini terungkap setelah satgas KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Kamis 17 Juli lalu dan mengamankan delapan orang. Diantaranya adalah Bupati Karawang Ade Swara, Anggota DPRD Nur Latifah dan Saudaranya Ade.

PT Tatar Kertabumi merupakan anak perusahaan PT Agung Podomoro Land yang baru saja diakuisisi oleh APLN lewat PT Pesona Gerbang Karawang. Dan kemudian perusahaan tersebut akan mengembangkan superblok mini di Kabupaten Karawang diatas lahan 5,5 hektar.

Sumber : inilah, harianterbit.

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita