225 Selasa, 05 Agustus 2014 | 11:39:17

Ekspansi properti, BUMN mampu mengalahkan pengembang Besar

Ekspansi properti, BUMN mampu mengalahkan pengembang Besar

Perusahaan plat merah, alias Badan usaha Milik Negara (BUMN) di dorong untuk mengembangkan usahanya ke bisnis properti atau real estate. Hal ini diwacanakan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dahlan bahkan yakin bisnis properti yang dijalankan BUMN akan mampu menyaingi pengembang besar di Indonesia.

Menurutnya tanah-tanah yang dimiliki BUMN yang menganggur sebaiknya dikelola dan bisa sangat produktif. Selain itu dapat juga mengurangi penyerobotan oleh pihak lain bila melihat lahan yang menganggur.

Dahlan optimis jika aset properti seluruh perusahaan pelat merah dikumpulkan dan dikelola bisa mengalahkan pengembang sekelas Podomoro Grup. Saat ini sejumlah BUMN mulai menggeluti bisnis properti menyusul banyaknya aset yang tidak produktif.

"Sedangkan kalau dijual juga kan jangan, jadi cara memaksimalkannya dengan seperti itu. Nanti akan ada review supaya ini betul-betul bagus." Demikian dikatakannya dalam acara halal bihalal di Kantor Kementrian BUMN, Jakarta (04/08).

Namun Dahlan juga mengingatkan agar lahan yang dimanfaatkan adalah benar-benar lahan aset, bukan lahan persediaan untuk pengembangan perusahaan. Berbeda dengan swasta, lahan persediaan dibangun untuk menjadi real estate, Tapi BUMN lahan yang dibangun harus dari aset. "Bedakan aset dan persediaan ini di clearkan." kata dia.

Sejumlah BUMN yang sudah merealisasikan masuk bisnis properti seperti PT Pos Indonesia, PT Kereta Api Indonesia, PT Perkebunan Nusantara (PTPN), PT Telkom, termasuk juga BUMN Karya seperti PT Adhi Karya, PT PP, PT Wijaya Karya, PT Waskita, dan Hutama Karya.

Dahlan menambahkan bahwa lebih bagus jika perusahaan BUMN tersebut melakukan kerjasama dengan BUMN karya, dinilai lebih efektif dan potensi timbulnya masalah lebih sedikit.

Sumber : Liputan 6, Berita Satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita