178 Senin, 04 Agustus 2014 | 17:10:41

Menpera terus memburu Pengembang yang membandel

Menpera terus memburu Pengembang yang membandel

Dzan Faridz, Menteri Perumahan Rakyat terus mencoba untuk bersikap tegas terhadap pengembang yang dianggapnya membandel. Asosiasi pengembang Real Estate Indonesia (REI) diminta untuk memberikan daftar para pengembang yang belum menerapkan pembangunan rumah pola hunian berimbang.

Menpera beralasan bahwa dari pihaknya belum melihat aksi nyata dari para pengembang dalam mendorong pembangunan dengan pola hunian berimbang. Padahal kebutuhan rumah sederhana terus meningkat.

Seperti telah diketahui bahwa Menpera Dzan Faridz telah mengadukan sejumlah pihak pengembang ke Kepolisian pada Juni lalu. Menpera telah mengadukan sekitar 57 kelompok usaha di wilayah Jabodetabek karena tidak melaksanakan pola hunia berimbang.

Pola hunian berimbang yang dimaksud tercantum dalam Undang-Undang No 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan permukiman. Dalam hal ini pengembang harus membangun rumah dengan pola 1:2:3. Artinya adalah Pembangunan setiap rumah mewah harus diikuti dengan pembangunan dua rumah menengah dan tiga rumah sederhana.

Dzan beranggapan bahwa hingga saat ini dia tidak melihat aksi dari para pengembang untuk melaksanakan pola tersebut, untuk itu REI perlu melakukan pendataan terhadap para pengembang yang menjadi anggotanya.

“Pola hunian berimbang yang dilaksanakan pengembang tidak harus rumah tapak tapi juga bisa dengan membangun rumah susun minimal dua lantai. Apalagi ke depan kemenpera hanya akan memberikan bantuan pembiayaan perumahan dengan KPR FLPP untuk Rusun saja,” kata Dzan.

Sumber :  JPNN

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita