397 Jum'at, 25 Juli 2014 | 10:42:24

Daya Tarik Berinvestasi di Kupang

Daya Tarik Berinvestasi di Kupangskalanews

Kondisi aktual Kupang, Nusa Tenggara Timur menggiurkan para pengembang untuk membangun bermacam-macam jenis properti. Hal ini disebabkan karena daerahnya yang terus menunjukkan pertumbuhan. Bobby Lianto selaku Ketua DPD REI NTT menyatakan bahwa Kupang sanggup menyejajarkan diri dengan ibukota provinsi lainnya di tanah air. Pertumbuhan sektor properti komersial sangat signifikan, seraya meningkatnya daya beli kalangan menengah.

"Saat ini, membangun rumah menengah seharga Rp 1 miliar saja tak butuh waktu berbulan-bulan untuk menjualnya. Kelas menengah Kupang bertambah jumlahnya, mereka membutuhkan hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kelasnya. Merekalah yang mendorong para pengembang untuk terus berproduksi," ungkap Bobby pada Kompas.com, Kamis (24/7/2014).

Bobby meyakini bahwa perumahan-perumahan yang baru dibangun di Kupang dalam dua atau tiga tahun belakangan akan disambut antusias pasar.

Hal ini bisa dilihat dari apa yang terjadi dengan Kupang Sejahtera yang dikembangkan PT Pembangunan Sehat Sejahtera yang hanya tersisa beberapa unit saja. Perumahan seluas 7 hektar ini mematok harga sekitar Rp 500 – Rp 700 juta dengan unit-unit rumah berukuran 50 meter persegi, 70 meter persegi, 90 meter persegi dengan luas tanah 120 – 150 meter persegi.

Sama halnya dengan Emerald Park yang dijual dengan harga Rp 1,5 miliar per unit untuk ukuran 130/120. "Perumahan ini juga terserap pasar cukup baik. Laku keras dan terus dicari, sementara pasokan terbatas," ujar Bobby.

Pengembang raksasa

Perolehan ekonomi yang melampaui angka rerata provinsi dan nasional, yaitu 7,3 persen, mendukung kota ini tidak termasuk dalam jajaran daerah tertinggal lagi. Kupang sudah berubah menjadi daerah yang ramah investasi dan menawarkan keuntungan.

Alasan lain mengapa para pengembang tertarik untuk berinvestasi adalah prestasi indeks pembangunan manusia (IPM) yang berapa di level 78,37, juga berada di atas rata-rata nasional 73,29 dan Provinsi NTT 68,28.

Wajar saja bila perolehan-perolehan tersebut membuat pengembang macam Lippo Group berani membangun dua properti di waktu yang sama. Proyek yang dikembangkan adalah Lippo Mall yang bekerja sama dengan Imperial World Group, dan mixed use development Lippo Mall dan RS Siloam di wilayah El Tari, Kupang.

"Grup lain yakni Ciputra juga tengah menjajaki untuk berinvestasi di Kupang," tambah Bobby.

 

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita