150 Sabtu, 19 Juli 2014 | 12:04:00

Sinar Mas Land Fokus Pada Proyek Komersial

Sinar Mas Land Fokus Pada Proyek Komersialsinarmas

Ishak Chandra selaku Managing Director Corporate Strategy and Service Sinar Mas Land, dalam beberapa acara menyatakan bahwa orientasi pembangunan bisnis Sinar Mas Lans tahun ini berpusat pada properti komersial. Hal tersebut ditujukan untuk membangun basis ekonomi di kota-kota yang dibangun Sinar Mas Land. Pengembangan properti komersial diyakini akan mendukung permintaan residensial di wilayah yang bersangkutan. Hal itu adalah sesuatu yang positif bagi perusahaan.

"Memang, kita akan fokus di proyek komersial. Urban development atau city development itu merupakan faktor yang membangun economy base. Kalau ada commercial, office building, perkantoran, itu pasti akan membuat ekonomi bergulir. Setelah itu berjalan, akan timbul permintaan residensial," ungkap Ishak setelah acara peluncuran kompetisi Sinar Mas Land Writing and Photo Contest 2014 di Jakarta, Jumat (17/7/2014) malam.

Dalam dua tahun ke depan, Ishak mengetahui bahwa pertumbuhan properti residential tidak akan semenarik dua hingga tiga tahun lalu. Tetapi, secara konsisten mengeluarkan permintaan adalah langkah yang benar. Hal ini juga dapat melindungi perusahaan saat kondisi ekonomi tidak stabil.

"Kita tahu bahwa dua tahun ke depan pasti residensial growth-nya akan tidak seperti dua tiga tahun yang lalu. Jadi, strategi kita adalah membangun permintaan itu. Jadi, bukannya menunggu permintaan. Menciptakan permintaan (demand) adalah dengan menciptakan basis ekonomi. Caranya, membangun proyek komersial. Sampai tiga tahun ke depan, pasti akan begitu," tambahnya.

Sebab itu, Ishak juga sudah merencanakan supaya perusahaannya mampu memiliki recurring income hingga 30 persen dari total pemasukan. Bila recurring income atau pendapatan berulang bertambah, hanya akan sedikit pengaruh pada keadaan ekonomi yang buruk.

"Kita perlu satu kombinasi. Kombinasi pemasukan dari development income dibandingkan recurring income. Kalau semuanya di development income, kalau nanti keadaan ekonomi jelek, itu akan lebih berpengaruh. Tapi, kalau kita punya pendapatan berulang, ekonomi jelek pengaruhnya akan lebih sedikit," ujar Ishak.

Ia juga mengatakan bahwa harus ada keseimbangan antara development dan recurring income. Pihaknya menuntut, recurring income mencapai 30 persen dari total pemasukan.

"Sekarang masih 15-85. Dua kali lipat, (diharapkan sampai) dalam lima tahun mendatang," tutupnya.

 

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita