200 Senin, 07 Juli 2014 | 17:01:20

Jabodetabek Dipenuhi Hotel Bujet

Jabodetabek Dipenuhi Hotel Bujetfenixinn

Perkembangan sektor hotel bujet di Indonesia semakin berkembang pesat dan menawarkan keuntungan tersendiri bagi pebisnis nya. Salah satu yang ikut dalam pertarungan tersebut adalah Tune Hotels.

Tune Hotels adalah jaringan hotel milik Tony Fernandes yang merupakan pemilik maskapai Air Asia. Jaringan hotel tersebut memiliki 42 hotel di Sembilan negara, meliputi Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, Jepang, India, Australia, Inggris, Skotlandia.

"Di Indonesia Tune sudah didirikan di Bali serta Pasar Baru, Pekanbaru, Solo, Bekasi, Palembang dan Makassar, dan akan menyusul segera di Surabaya," ujar Bina Sembiring, Director of Sales and Marketing Tune Hotels Indonesia, kepada Kompas.com, Senin (7/7/2014).

Sembiring menambahkan, kebutuhan hotel di Jabodetabek sangat tinggi saat ini, dan dapat dikatakan lebih tinggi dibandingkan kawasan lain. Potensi meraih keuntungan akan semakin tinggi apabila hotel atau fasilitas ditunjang dengan lokasi yang strategis.

Hapsoro, Presiden Komisaris PT Red Planet Indonesia mengatakan dalam koferensi pers di Jakarta pada Mei 2014 lalu, bahwa pihaknya mengeluarkan dana Rp635,5 miliar untuk mengakusisi hotel di bawah jaringan Tune Hotels. Dari jumlah tersebut, Rp20 miliar dsalurkan untk dana operasional.

Red Planet Hotels Limited menargetkan pembangunan 20 hotel budget dalam tiga tahun ke depan setelah akusisi tersebut dan perusahaan tersebut akan memusatkan pada wilayah Jabodetabek karena tingginya permintaan atau kebutuhan hotel di wilayah tersebut.

"Kami berupaya untuk berinovasi dan merevolusi cara layanan dengan teknologi berbasis web untuk menjangkau dan melibatkan pelanggan," ujar Sembiring.

 

 

Sumber : properti kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita