305 Rabu, 25 Juni 2014 | 10:55:09

Reaksi REI atas pengaduan Kemenpera terhadap Pengembang

Reaksi REI atas pengaduan Kemenpera terhadap Pengembang

Setelah adanya aduan atau pelaopran dari menteri perumahan rakyat (menpera) terhadap pengembang yang tidak menerapkan hunian berimabang, sejumlah pengembang menilai bahwa tidak melihat adanya unsur pidana dan dalam UU tidak ada sanksi tegas untuk hal tersebut.

Atas masalah tersebut, DPP REI akan melakukan klarifikasi kepada pemerintah atas tuduhan pengembang nakal yang tidak menerapkan kebijakan hunian berimbang 1-2-3.

Ketua umum DPP REI Eddy Husy mengatakan bahwa pembangunan selama ini sesuai dengan ijin dan rencana tata ruang daeah yang ada, artinya tidak ada hal yang dilanggar. Tetapi tetap REI akan melakukan klarifikasi dan koordinasi atas laporan Menpera ke pihak penegak hukum atas kasus tersebut.

Menurut Eddy, kebijakan atas hunian berimbang selama ini belum bisa mengakomodir soal properti. Kebijakan dan aturan yang diberlakukan menurut REI sangat jauh dari fakta di lapangan, sehingga sulit untuk diterapkan di lapangan. Pengembang tetap akan berkomitmen untuk membangun rumah murah, dan pembangunan rumah murah tersebut sudah dilakukan REI di seluruh Indonesia. Tetapi untuk pembangunan rumah murah dikota sulit untuk dilakukan karena lahan yang terbatas dan harga yang jauh berbeda.

Beberapa waktu Sebelumnya Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz telah melaoprkan sebanyak 191 perusahaan dibawah 57 pengembang karena dianggap tidak mengikuti aturan hunian berimbang yang sesuai dengan Undang-Undang.

Ketentuan hunian berimbang sendiri tertuang dalam undang-undang no 1 tahun 2011 tentang kawasan permukiman, serta UU nomor 20 tahun 2011 tetang rumah susun. Dalam Undang-undang tersebut ditetapkan proporsi pembangunan 1:2:3 untuk hunian mewah, menengah dan murah.

Sumber : Beritasatu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita