129 Senin, 02 Juni 2014 | 16:14:17

Mississippi, Klaster Terbaru Modernland

Mississippi, Klaster Terbaru Modernland

Mississippi merupakan salah satu klaster terbaru besutan PT Modernland Realty Tbk. Klaster yang ada di kawasan River Garden ini berada di atas lahan seluas 100 hektar, dengan proporsi 40 persen bangunan masif, dan 60 persen merupakan ruang terbuka, infrastruktur, sungai yang diapit oleh Green Spine dan danau seluas 1,2 Ha yang dikelilingi oleh Grand Park yaitu hutan kota yang juga berfungsi sebagai area rekreasi dan piknik untuk keluarga.

Klaster yang akan terdiri dari 200 unit rumah akan ditawarkan dengan 3 tipe, luas tanah 6x15 m dan bangunan 58 m2,  luas tanah 6x15 m dan bangunan 75 m2, dan luas tanah 8x15 m dan bangunan 90 m2.

Jakarta Garden City merupakan perumahan terbesar di Jakarta dengan luas lahan 370 hektar dengan proporsi 70 hektar untuk komersial dan 300 hektar untuk residensial.

"Sejak dikembangkan, sudah hampir 1.000 unit rumah yang telah terbangun, dan kurang lebih 80 persen diantaranya telah dihuni," ujar Andy K Natanhael selaku Managing Director Urban Development PT Modernland Realty Tbk.

Andy memprediksikan akan terjadi kenaikan 100 persen dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun bagi properti di kawasan ini dimana harga saat ini untuk kaveling residensial berkisar Rp 8 juta-Rp 9 juta per meter persegi dan kaveling komersial Rp 12 juta per meter persegi. Ini berdasarkan harga tanah di Kelapa Gading yang kini sudah mencapai Rp 20 juta per meter persegi ditambah harga tanah di perumahan besar di Bekasi yang lokasinya tidak jauh dari Jakarta Garden City sebesar Rp 10 juta per meter persegi.

PT Modernland Realty Tbk mengalokasikan dana sebesar Rp 275 miliar untuk membangun proyek yang mematok harga jual terendah Rp 1 miliar ini.

Sumber : Kompas

 

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita