371 Senin, 14 April 2014 | 15:03:52

Sepak Terjang Lyman Group

Sepak Terjang Lyman Group

Nama Lyman Group kembali menjadi perbincangan hangat saat merilis Casa Domaine,  apartemen kembar mewah yang mencakup 323 unit dengan nilai proyek lebih dari Rp 2 triliun ,di kawasan pengembangan Kota BNI, Jakarta Pusat berkerja sama dengan Salim Group, dan Kerry Group dengan komposisi modal yang sama 33,33 persen.

Didirikan tahun 1959 dengan nama Satya Djaya Raya Group oleh Susanta Lyman, lebih banyak berkecimpung di sektor perkebunan (karet), bahan bangunan berikut pendistribusiannya, pertanian, minyak dan gas bumi, sementara di bidang property, Lyman punya Kota Baru Parahyangan, berada di Bandung, Jawa Barat serta Kompleks Kota BNI di Jakarta yang terdiri atas Shangri-La Hotel, Shangri-La Residence, dan Menara BNI.

Kota Baru Parahyangan dibangun di atas lahan seluas 1.250 hektar dimana terdapat 13 klaster dengan rentang harga Rp 600 juta-Rp 2 miliar per unit serta dilengkapi dengan fasilitas niaga dan fasilitas pendidikan. Untuk tingkat hunian Shangri-La Hotel dan Shangri-La Residence  masing-masing mencapai lebih dari 70 persen, dan 90 persen.

Pauline Lyman sebagai generasi muda Lyman dipercaya untuk mengendalikan sayap properti Lyman Group, termasuk proyek baru Casa Domaine melalui bendera PT Griyaceria Nusamekar.

"Ceruk pasar memang tipis, tapi jumlahnya terus bertambah. Karena itulah kami menggarap pasar segmen kelas atas," ujar Yusuf, Presiden Direktur PT Griyaceria Nusamekar, Minggu (13/4/2014).

Lyman juga memiliki cadangan lahan di Bali yang belum akan dikembangkan dalam waktu dekat.

"Kami masih mempertimbangkannya apakah akan dimanfaatkan sebagai apartemen atau residensial. Namun yang pasti, bukan properti komersial macam perkantoran. Pengembangannya masih lama. Kami menyelesaikan Casa Domaine terlebih dulu," tandas Yussuf.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita