273 Kamis, 27 Maret 2014 | 09:32:03

Akhirnya, Alam Sutera Ramaikan Pencakar Langit Jakarta

Akhirnya, Alam Sutera Ramaikan Pencakar Langit Jakarta

Persaingan pencakar langit yang menghias cakrawala Jakarta kian sengit, saat PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) secara resmi memulai pemasaran The Tower, di bilangan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (25/3/2014). The Tower merupakan gedung pencakar langit pertama milik ASRI dengan ketinggian mencapai 212 meter dan berisi 50 lantai. Dengan dikembangkannya The Tower, Jakarta bakal memiliki 27 gedung yang menjulang di atas 200 meter.

Hendra Kurniawan, Sekretaris Perusahaan PT Alam Sutera Realty Tbk, mengatakan, perseroan berani membangun gedung setinggi itu karena pasar perkantoran di Jakarta saat ini tengah dalam masa puncaknya. Terlebih, masa depan kawasan Gatot Subroto, lokasi The Tower, sangat cerah.

"Kami memasarkan ruang-ruang perkantoran ini dengan skema jual dan sewa. Harga jual yang kami patok sekitar Rp 40 juta hingga Rp 47 juta per meter persegi. Sementara harga ruang perkantoran yang disewakan, masih kami hitung. Tingginya harga jual ini karena The Tower merupakan gedung perkantoran Grade A," jelas Hendra, Rabu (26/3/2014).

ASRI, lanjutnya, harus merogoh kocek lebih dari Rp 1,5 triliun untuk membangun perkantoran yang dijadwalkan beroperasi pada pertengahan 2016 tersebut.

Selain ASRI, pengembang lain yang kini sedang membangun pencakar langit yang menjulang di atas 200 meter antara lain PT Putragaya Wahana dengan Thamrin Nine Residence, PT Telkom Landmark Tower (Telkom Landmar Tower), PT Ciputra Property Tbk (Hotel @ Ciputra World Jakarta), Pikko Group (Sahid Sudirman Center), Keppel Land (International Financial Tower 2), dan PT Duta Anggada Realty Tbk (Chase Tower), dan PT Griyaceria Nusamekar (Domaine 1).

Sumber : Kompas


📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita