132 Kamis, 27 Maret 2014 | 09:17:58

Hunian Bergaya Kolonial Modern di Rempoa

Hunian Bergaya Kolonial Modern di Rempoa

Setelah membangun proyek di kawasan Cipayung dan Kemang, Triss Living sebuah hunian dengan sentuhan arsitektur modern dan gaya kolonial Belanda kini hadir di kawasan Rempoa, Tangerang Selatan. Hunia klasik minimalis ini dibangun di atas lahan seluas 1 hektar 500 m2 dengan jumlah hunian 35 sampai dengan 39 unit.
 
"Kita bangun 35 unit nanti jika lahannya mencukupi kemungkinan akan kita perbesar menjadi 39 unit," kata Trisni Puspitaningtyas, pemilik sekaligus pendesain Triss Living, di Rempoa, Rabu (26/3).
 
Trisni menambahkan, peresmian hunian yang dipasarkan mulai Rp 3 Miliar - Rp 6 Miliar per unit tersebut akan ditandai dengan peluncuran website Triss Living sebagai sarana informasi mengenai rumah termasuk, unit, ukuran,  spesifikasi, floor plan, serta lokasi hunian.
 
Sementara itu untuk jenis tipe-tipe hunian diantaranya untuk tipe A (besar) luas tanah 180-230m2, luas bangunan 282m2. Tipe B ( sedang) luas tanah 140-170m2, luas bangunan 218m2 dan tipe C ( kecil) luas tanah 95m2-120m2 dengan luas bangunan 167m2.
 
Trisni mengaku inspirasi Triss Living tersebut berasal dari arsitektur yang digabungkan dengan kesenian dan kebudayaan.
 
"Kami ingin memberi warna baru bagi industri properti residensial di Jakarta, khususnya Rempoa, Tangerang," jelasnya.
 
Saat ini Triss living telah memasuki pembangunan tahap kedua dengan total dua belas unit rumah. Berlokasi di area sub-urban kota Jakarta, Triss Living hadir bagi keluarga untuk menikmati nuansa perumahan yang nyaman agar tidak terganggu hingar bingar perkotaan.
 
Desain interior yang diusung menciptakan suasana kehangatan dan kekeluargaan sehingga sangat cocok ditempati oleh keluarga, serta memberikan kemudahan untuk memaksimalkan berbagai fungsi rumah, yang menjadi konsep utama pembangunan Triss Living.

Sumber : Rumahku


📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita