234 Selasa, 11 Maret 2014 | 09:57:07

BSD Bangun Mixed Use di Epicentrum Kuningan

BSD Bangun Mixed Use di Epicentrum Kuningan

PT Bumi Serpong Damai (BSD) Tbk, anak usaha Sinar Mas Land bakal menggarap proyek mixed use development, di kawasan segitiga emas Epicentrum Kuningan Jakarta, pada akhir kuartal II tahun 2014 ini. Proyek tersebut ditargetlan nilai kapitalisasinya mencapai Rp 1 triliun. Hermawan Wijaya, Direktur dan sekretaris perusahaan PT BSD  mengatakan, proyek baru di kawasan segitiga emas ini merupakan hasil dari akuisisi lahan milik Bakrie seluas 5,5 hektar tahun lalu.

“Pada tahap awal ini kami, kami akan luncurkan kondominium di sini,” kata Hermawan dalam acara Sinar Mas Land Press Gathering Outlook 2014, di Senayan Plaza, Jakarta, Senin (10/3).

Hermawan Wijaya mengatakan, mengapa pada tahap awal perseroan membangun kondominium, karena jumlah permintaan di area CBD (central business district) cukup tinggi, membuat perusahaan berniat masuk pada pengembangan di area tersebut. Adapun pengembangan kondominium diarahkan untuk kelas atas dengan harga jual pada kisaran Rp35 juta-Rp55 juta/m2.

“Pada tahap awal, kita bangun Kondominium dan lahan yang kita siapkan diperkirakan seluas 5.000 m2 sampai 6.000 m2,” kata dia.

Hermawan menyatakan, perusahannya sampai saat ini masih belum memastikan berapa investasi secara keseluruhan untuk membangun proyek properti di Epicentrum tersebut. Perusahaannya masih melakukan perencanaan dan desain pengembangan Epicentrum.

“Kita masih godok untuk rencana pengembangan yang lebih matang lagi,” kata dia.

Namun secara umum, kata dia, proyek tersebut diperkirakan nilainya mencapai Rp800 miliar sampai dengan Rp1 triliun. “Pada tahap awal market sale kita targetkan Rp200 sampai dengan Rp 300 miliar,” ujarnya. (imm)

Sumber : Investor Daily


📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita