548 Jum'at, 07 Maret 2014 | 09:53:52

Gedung Perkantoran Ini Ramaikan Properti di Jakbar

Gedung Perkantoran Ini Ramaikan Properti di Jakbar

Kemacetan lalu lintas yang memicu stress berakibat pada menurunnya produktivitas, tidak hanya bagi pekerja tapi juga para profesional.  Jakarta Barat dipandang masih memiliki potensi untuk gedung perkantoran. Salah satunya oleh pengembang properti Ferrindolad, PT Inovasi Graha Dinamika, berlokasi di samping Puri Indah, perkantoran ini menawarkan akses Tol JORR- W1 dan Tol JORR-W2 yang terhubung ke seluruh area di Jakarta.

"Menurut kami kawasan Jakarta Barat masih memiliki potensi lebih baik dari selatan, timur dan utara. Apalagi dengan ditetapkannya tahun 2015 sebagai even Masyarakat Ekonomi Asean (MEE), maka saya yakin akan banyak perusahaan asing yang masuk kesini. Terlebih Pulau Jawa," kata Tony Herman, Direktur PT Inovasi Graha Dinamika,  dalam konferensi persnya, di Jakarta, Kamis (6/3/2014).

Inilah yang memicu pengembang properti PT Inovasi Graha Dinamika mengembangkan proyek perkantoran The Bluegreen-Integrated Boutique Office.

The Bluegreen dibangun di atas lahan 1 hektare (ha) dan memiliki fasilitas heliped dan roof garden.
 
"Kami menyediakan fasilitas penunjang yang tidak dimiliki perkantoran lain di Jakarta Barat. Ada heliped yang bisa diakses setiap saat, roof garden, heliped, cafetaria, dan masih banyak lagi," kata Wintson Tatra, Head of marketing The Bluegreen,  di kantor Bluegreen, Jakarta, (6/3).
 
Lebih lanjut dia memaparkan, The Bluegreen juga menyediakan banking hall di kantai dasar dengan Mezzanine serta lantai CEO type Loft di Penthouse.

"The Blue Green terdiri dari 8 tower dengan 9 lantai yang terpadu dalam 1 kompleks. Ada 3 konsep yang ditawarkan yakni, identitas, Individual, dan privacy. Setiap tenant akan memperoleh tiga layanan ini," paparnya.
 
Indentitas tersebut, tambah Wintson, artinya logo tenant akan ditampilkan proporsional, sementara konsep individual setiap unit lantai ruang kantor memiliki luasan, bentuk dan view yang berbeda.
 
"Untuk konsep terakhir yakni privacy, setiap tenant memiliki fasilitas sendiri mulai lift, toilet pribadi dan lobby entrance," tambahnya.

Sejak mulai dipasarkan sejak 2010, sekitar 68 persen gedung telah tersewa. Dan Winston menargetkan 2014 ini okupansi untuk gedung ini bisa mencapai 100 persen.

Kebanyakan penyewa perkantoran ini berasal dari perusahaan asing. 

"Perusahaan asingnya seperti Belgia, China, dan Jepang. Kalau untuk perusahaan multinasional di Indonesia ada beberapa," jelasnya.

Dengan mematok tarif sewa yang kompetitif, lanjut Winston, gedung perkantoran ini di sewakan kisaran Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per meter perseginya.  Mengenai next project, Winston mengaku enggan untuk menyebutkannya secara detail.

"Yang pasti proyek komersial. Tapi kita lihat saja," imbuhnya.

Berkonsep Green Building
Mahalnya ongkos pembangunan perkantoran dengan konsep green building tidak menyurutkan langkah Ferrindoland membangun gedung perkantoran dengan konsep ini.

"Kita membangun gedung dengan konsep green building ini memang mahal, tapi kita melihat efeknya beberapa tahun ke depan. Seperti pada service charge," kata Winston.

Winston menjelaskan konsep green buildingnya yang pertama gedung ini dilengkapi dengan kaca double glass. Kaca ini berguna untuk menahan suara bising. Winston mengakui biaya pemasangan double glass ini memang lebih mahal. Selain itu kaca-kaca ini juga berguna untuk meminimalisir penggunaan lampu.

Winston menyebut di sekitaran gedung juga dilengkapi dengan 60 sumur resapan yang berguna untuk menghindari terjadinya banjir. Tidak hanya itu, gedung ini dilengkapi dengan sistem recycle air.

"Jarak kami dari jalan juga mundur 30 meter. Ini juga berfungsi mengurangi kebisingan," tambahnya.

"Dengan begitu gedung ini diklaim hemat energi hingga 30 persen," tutupnya.


Sumber : Rumahku, Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita