226 Selasa, 04 Maret 2014 | 10:33:46

Jakarta Barat Makin Menggeliat!

Jakarta Barat Makin Menggeliat!

Sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jakarta 2010-2030, strategi pembangunan salah satunya diarahkan ke wilayah barat, atau tepatnya Sentra Primer Barat, beberapa pengembang meresponnya dengan merintis proyek skala besar.

Terbaru adalah PT Ciputra Property Tbk (CTRP). Mereka akan merealisasikan proyek dengan konsep superblock di atas lahan seluas 7,5 hektar. Kendati lokasinya di luar Sentra Primer Barat, namun dalam perspektif pengembangan perkotaan, termasuk dalam radius pusat bisnis baru Jakarta Barat.

Direktur PT Ciputra Property Tbk, Artadinata Djangkar, menjelaskan, motivasi CTRP menggarap Jakarta Barat adalah potensi masa depan kawasan ini yang akan menjadi salah satu lokasi bisnis strategis dan favorit.

"Lokasi proyek kami di tepi Jalur Lingkar Luar Jakarta (JORR) W seksi 2 yang sebentar lagi akan tersambung seluruhnya sehingga menjadi jalur yang strategis. Selain, tentu saja, dekat dengan pusat pertumbuhan Jakarta Barat," papar Artadinata , Senin (3/3/2014).

Posisi Jakarta Barat, lanjut Artadinata, sangat penting bagi Jakarta, karena merupakan titik temu (hub) arus dari Selatan dan Utara Jakarta.

"Proyek kami berada di antara Sentra Primer Barat dan Pantai Indah Kapuk," tambahnya.

Meski belum melansir secara resmi, CTRP akan mengembangkan apartemen, perkantoran, dan hotel tahun ini.

"Kami belum bisa memberikan keterangan detil mengenai proyek ini karena masih dimatangkan. Demikian pula dengan nama proyek. Namun demikian, kami dapat pastikan bahwa semakin banyak pengembang yang membangun di Jakarta Barat, akan menjadikan kawasan ini sebagai jalur baru yang akan tinggal landas," kata Artadinata.

Wakil Presiden Direktur Pondok Indah Group, Jefry S Tanudjaja, mendukung pendapat Artadinata. Menurutnya, Jakarta Barat akan bertransformasi menjadi pusat bisnis baru dengan kompetisi yang kian ketat dan berat.

"Kondisi ini justru positif karena akan semakin mempercepat akselerasi pertumbuhan kawasan. Saat ini saja, harga lahan di sini sudah mencapai Rp 30 juta per meter persegi. Sedangkan harga propertinya sekitar Rp 28 juta hingga Rp 29 juta per meter persegi," ungkap Jefry.

Pondok Indah Group sendiri melalui PT Antilope Madju Puri Indah memiliki konsesi pengembangan seluas 57,07 hektar di area Sentra Primer Barat. Mereka tengah mengerjakan Puri Indah Town Center yang berisi 16 pencakar langit dalam empat jenis properti masing-masing apartemen, perkantoran, hotel dan pusat belanja.

"Tahap perdana, The Windsor 1 akan serah terima April ini, Tower 2 pada Oktober mendatang. Sementara Puri Indah Financial Tower sudah terjual 70 persen. Seluas 30 persen sisanya akan kami sewakan," kata Jefry.

Selain Pondok Indah Group, pengembang lainnya adalah PT Lippo Karawaci Tbk dengan lahan seluas 15 hektar. Lippo memanfaatkan lahan yang diakuisisinya dari Antilope Madju pada 2005 lalu menjadi sebuah global city St Moritz Penthouse and Residences dengan mengintegrasikan sebelas fasilitas.

Lippo Karawaci dan Antilope Madju Puri Indah telah menjadi katalis bagi eksistensi Sentra Primer Barat secara khusus, dana Jakarta Barat secara keseluruhan.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita