175 Senin, 17 Februari 2014 | 10:29:56

Jakarta Tambah Apartemen Mewah untuk Kalangan Berjiwa Muda

Jakarta Tambah Apartemen Mewah untuk Kalangan Berjiwa Muda

Apa hubungannya antara tokoh fiksi gubahan Stan Lee, Tony Stark, dengan pasokan hunian mewah di Jakarta? Ternyata, pengembang PT Buana Pacifik International akan membangun hunian mewah yang terinspirasi dari karakter Tony Stark. Karakter gubahan Stan Lee yang juga memiliki identitas ganda sebagai Iron Man tersebut terkenal berjiwa muda, flamboyan, dan glamor. Perusahaan tersebut, Sabtu (15/2/2014) melakukan pemancangan tiang pertama untuk tower 1 Gayanti City.

Gayanti City sendiri merupakan pengembangan mixed use. Proyek tersebut akan terdiri atas dua gedung residensial dan satu gedung perkantoran. Tahap pertama pembangunan dimulai Sabtu (15/2/2014). Menurut rencana, serah terima untuk unit apartemen dalam gedung pertama tersebut akan dilakukan Desember 2016 mendatang.

Proyek ini menempati area seluas 1,5 hektar di Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor 2, Jakarta. Hanya 20 persen dari area tersebut yang akan dikembangkan. 80 persen sisanya akan didedikasikan sebagai taman. Gedung pertama akan memiliki 39 lantai, satu lantai teratas, satu griya tawang, dan lima lantai bawah tanah. Gedung tersebut akan memasok 150 unit hunian berjenis loft, dua unit dengan satu kamar, 44 unit apartemen dua kamar, enam unit apartemen tiga kamar, dan satu unit griya tawang.

President Director PT Buana Pacifik International Dedi Djajasastra mengungkapkan bahwa aspek terbaik dari hunian mewah yang ditawarkannya adalah lokasi.

"Aspek terbaik dari Gayanti adalah lokasi, dengan dua akses melewati Jalan Jenderal Gatot Subroto dan Jalan Kapten Tendean, serta berlokasi tepat di luar jalur three in one. Banyak orang mengatakan bahwa inilah lokasi terbaik di Gatot Subroto karena kemudahan akses dan posisi stategis," urainya.

Karena lokasinya tersebut, proyek ini pun dibanderol dengan harga yang tidak main-main, Rp 35 juta sampai Rp 45 juta per meter persegi. Dengan harga setinggi ini pun, tower pertama sudah terjual sebanyak 67 persen. Perusahaan ini menargetkan penjualan tower pertama mencapai 100 persen pada akhir tahun ini.

Menurut Marketing Manager PT Buana Pacifik International Andri Susanto, pembeli awal merupakan keluarga dan kerabat. Hard sales baru dilakukan saat ini dan dua minggu mendatang. Sejauh ini, para pembeli melakukan pembelian dengan cara tunai bertahap. Mereka mencicil uang muka sebessar 30 persen, kemudian mencicil bertahap hingga Desember 2016. Ada pula dua sampai tiga unit yang dibeli dengan tunai.

Menurut Andri, pembelian sudah dimulai sejak November akhir tahun lalu, ketika pemancangan tiang pertama belum dilakukan. Artinya, para konsumen membeli secara inden. Dedi Djajasastra sadar bahwa di sisi konsumen, hal tersebut tampak berisiko. Namun, dia bersikeras bahwa perusahannya akan berusaha menjaga kepercayaan konsumen. Lokasi kantornya pun berada di lokasi proyek, maka setiap kali konsumen datang membayar angsuran, mereka bisa mengontrol kemajuan pembangunannya.

"Konsumen akan mengangsur selama masa pembangunan. Selama membayar angsuran, mereka bisa melihat proses pembangunan. Bisa diakses oleh konsumen," tandasnya.

Editor    : Hilda B Alexander
Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita