232 Senin, 17 Februari 2014 | 10:23:27

7 Proyek Baru Waskita Karya

7 Proyek Baru Waskita Karya

Sejak dibentuk pada 1 Agustus 2012, divisi realty PT Waskita Karya (Persero) Tbk, semakin gencar membidani kelahiran proyek baru. Semua opsi pengembangan ditempuh guna memperkuat posisi pasar Waskita Karya di sektor properti sekaligus mengejar ketertinggalan dari pengembang BUMN lainnya. Termasuk menjalin kolaborasi strategis dengan pengembang swasta.

Kepala Divisi Realty PT Waskita Karya (Persero) Tbk., Didit Oemar Prihadi, menjelaskan, aset lahan milik mereka mulai dimanfaatkan dengan serius untuk pengembangan properti komersial. Oleh karena itu, pihaknya menggelontorkan dana senilai Rp 400 miliar sebagai belanja modal (capital expenditure)guna merealisasikan pemanfaatan aset lahan tersebut.

"Dana capex berasal dari induk usaha yang kami manfaatkan untuk membiayai pembangunan properti dan juga akuisisi lahan," urai Didit, usai peluncuran perkantoran dan small office and home office (SOHO) Brooklyn, di Serpong, Minggu (16/2/2014).

Tahun ini, Waskita Karya, sedang dan akan membangun 7 proyek properti komersial. Ketujuh  proyek tersebut ada di Cawang (Jakarta Timur), Serpong (Banten), Bandung (Jawa Barat), Surabaya (Jawa Timur), Makassar (Sulawesi Selatan), Lombok (Nusa Tenggara Barat), dan Bali.

Di Cawang, mereka tengah mengerjakan hotel berklasifikasi bintang tiga dan perkantoran strata dengan nilai investasi Rp 200 miliar. Rencananya, kuartal II 2015 sudah mulai beroperasi.

Sedangkan di Serpong, Waskita menggandeng PT Triniti Property Group membangun Brooklyn. Proyek ini memadukan apartemen, small office and home office (SOHO), dengan jumlah total 900 unit serta rukan. Segmen sasaran yang dibidik adalah menengah atas. Waskita menyertakan modal sebesar 51 persen dari total komposisi Rp 800 miliar. Sebagian lagi sisanya disetor PT Triniti Property Group.

Proyek berikutnya adalah hotel dan kondotel di kawasan Asia Afrika, Bandung, yang dikembangkan di atas lahan seluas 1.600 meter persegi. Konstruksinya dimulai pada semester II 2014.

Selanjutnya properti komersial di Surabaya, Jawa Timur, dengan konsep pembangunan multifungsi seluas 3 hektar. Menyusul kemudian kondotel di Makassar, Sulawesi Selatan, di atas lahan seluas 1.600 meter, kondotel di Bali dan Lombok (Nusa Tenggara Barat).

"Khusus untuk Surabaya, dan Makassar kami tengah melakukan pematangan lahan. Sedangkan Bali dan Lombok tengah dilakukan desain proyek," ujar Didit.

Dari ketujuh proyek tersebut, Didit berharap, divisi realty yang dinakhodainya dapat berkontribusi sebanyak Rp 500 miliar terhadap total pendapatan perusahaan senilai Rp 11 triliun.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita