105 Jum'at, 10 Januari 2014 | 09:32:14

Lippo Mulai Pasarkan St Moritz Makassar

Lippo Mulai Pasarkan St Moritz Makassar

Melalui unit bisnisnya, Lippo Homes, PT Lippo Karawaci Tbk terus mengembangkan ekspansi bisnisnya di kawasan timur Indonesia, tepatnya Makassar, Sulawesi Selatan. Sejak dibuka akhir 2013 lalu, penjualan superblok St Moritz di kawasan Panakukang,  mengalami kelebihan permintaan 110 persen. Di tahap pertama, Lippo baru memasarkan menara apartemen pertama dari tiga menara apartemen yang ada di St Moritz Makassar. Di atas lahan di atas lahan seluas 2,7 hektar, jumlah unit ditawarkan sebanyak 286 unit dengan harga mulai Rp 700 juta per unit. Adapun ukuran unitnya meliputi 35 m2, 70 m2, dan 105 m2.

Ivan Setiawan Budiono, Chief Executive Officer (CEO) Lippo Homes menjelaskan, profil pembeli apartemen St Moritz Makassar didominasi oleh warga Makassar sendiri sebanyak 70%. Sisanya adalah pebisnis dari Indonesia timur seperti Manado, Ambon, dan Papua.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Makassar mencapai rerata 8,5 persen per tahun, jauh di atas pertumbuhan ekonomi Nasional 5,9 persen. Hal ini mengindikasikan besarnya potensi investasi, terutama di sektor properti, baik hotel, perumahan, apartemen, maupun pusat belanja.

"Superblok ini mampu menjadi sarana baru investasi yang prospektif bagi para investor yang menginginkan nilai tambah di wilayah Panakukang, Makassar," ujar Ivan.

Melihat tingginya animo pembeli, Lippo berniat merilis menara apartemen kedua dan ketiga di St Moritz Makassar masing-masing pertengahan 2014 dan awal 2015. Ivan mengaku tidak khawatir pemilihan umum (pemilu) yang berlangsung tahun ini akan membawa dampak buruk terhadap penjualan.

"Pada saat pemilu justru banyak uang mengalir ke daerah," ujarnya.

Menurut prediksi Ivan, harga jual St Moritz Makassar bisa terangkat 15%-20% per tahun berkat masih minimnya pasokan apartemen yang terintegrasi dengan fasilitas komersial di kota itu.

Selain apartemen, St Moritz Makassar juga mencakup hotel sebanyak 210 kamar, mal seluas 227.000 meter persegi (m2), Siloam Hospital, Sekolah Pelita Harapan, bioskop sebanyak sepuluh layar, pusat kuliner dan hiburan, dan lain-lain. Keseluruhan proyek berdiri di atas lahan seluas 2,7 hektare (ha).

Lippo menjadwalkan pembangunan superblok dengan nilai investasi Rp 3,5 triliun itu dilakukan awal 2014 sampai dengan empat tahun mendatang. Semula, peletakan batu pertama ditargetkan di akhir 2013. Namun Ivan beralasan proses perizinan dan pematangan lahan belum rampung hingga kini. (Adisti Dini Indreswari)

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita