188 Senin, 16 Desember 2013 | 10:14:11

Jayakarta Group Garap Tiga Hotel Murah

Jayakarta Group Garap Tiga Hotel Murah

Tidak seperti pengembang lainnya yang agresif membangun proyek-proyek skala besar, Jayakarta Group justru lebih konservatif. Kelompok usaha yang dikendalikan Pudjiadi bersaudara yakni Kristian, Kosmian dan Damian, tidak jor-joran mewarnai pasar properti Indonesia yang sedang tumbuh pesat seperti saat ini. Meski tidak bisa dibilang vakum, sejak kelahirannya lebih dari empat dekade silam, Jayakarta Group telah menelurkan 22 properti.

Dari total jumlah portofolio tersebut, sepuluh di antaranya hotel dan merupakan sumber pendapatan berulang (recurring income), yakni Marbella Hotel, Spa & Convention Anyer, The Jayakarta Anyer, The Jayakarta Jakarta, The Jayakarta Cisarua, The Jayakarta Bandung, The Jayakarta Yogyakarta, The Jayakarta Bali, The Jayakarta Lombok, The Jayakarta Flores, dan The Jayakarta Palembang.

Separuh sisanya adalah apartemen, perumahan, dan kondotel sebagai sumber pendapatan pengembangan (development income).

Tahun ini, Jayakarta Group hanya melansir satu proyek anyar yakni apartemen Green Palace Residence di bawah entitas PT Pudjiadi Prestige Tbk. Sementara Tahun 2014 mendatang, mereka akan fokus merilis hotel murah dengan tajuk J Hotel di bawah kendali entitas PT Pudjiadi and Sons Tbk.

Menurut Direktur Utama PT Pudjiadi and Sons Tbk, Kristian Pudjiadi, ketiga hotel tersebut berlokasi di kawasan Cengkareng (Tangerang, Banten), di belakang Lawang Sewu (Semarang, Jawa Tengah) dan kawasan Cikarang (Jawa Barat).

"Kami berharap pembangunan pada pertengahan 2014. Masing-masing hotel tersebut berisi sekitar 125 kamar. Saat ini masih dalam tahap desain," ujar Kristian.

Kendati bisnis hotel ekonomi diprediksi lesu di beberapa kawasan tertentu pada tahun depan, Kristian tetap optimis. Pasalnya, kata Kristian, bisnis akomodasi di ketiga kawasan incaran tersebut sangat prospektif.

Aktifitas bisnis terus tumbuh. Cengkareng dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan merupakan lokasi transit, sementara Cikarang dikelilingi kawasan industri di mana banyak ekspatriat bekerja dan mereka membutuhkan akomodasi. Demikian juga dengan Semarang yang semakin maju dan tampil menjadi kota perdagangan aktif.

"Tantangan 2014 berupa Pemilu Legislatif dan Presiden serta kemungkinan pertumbuhan ekonomi yang agak melambat, imbuh Kristian, hanya berpengaruh secara makro. Sebaliknya, pasar properti justru sangat spesifik dan lokal sifatnya. Kebutuhan hotel murah akan terus tumbuh," imbuh Kristian.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita