162 Senin, 18 November 2013 | 11:36:02

CBD Balikpapan Ramaikan Persaingan Properti Kota Minyak

CBD Balikpapan Ramaikan Persaingan Properti Kota Minyak

Konstelasi aktual sektor properti di kota bisnis utama Kalimantan Timur, Balikpapan, boleh dikatakan sepesat kota-kota utama di Pulau Jawa. Terdapat 17 proyek properti yang sedang dalam tahap konstruksi dengan intensitas tinggi. Beberapa di antaranya berskala pengembangan multifungsi. Sebut saja, Balikpapan Superblock, Plaza Balikpapan, dan CBD Balikpapan. Tiga proyek ini melibatkan dana triliunan Rupiah.

Salah satu yang tengah dikerjakan saat ini adalah CBD Balikpapan yang berada di jalur Syarifudin Yoes dan dikembangkan PT Mitra Gemilang Mahakarya (MGM Land). Proyek multifungsi di atas lahan dengan total seluas 10 hektar ini merangkum apartemen, apartemen servis, pusat belanja, perkantoran, hotel, rumah bandar (town house) , dan taman perkantoran (business park).

Berbeda saat diperkenalkan kepada publik untuk pertama kalinya pada akhir tahun 2012, CBD Balikpapan mengalami perubahan dan penyempurnaan rencana pengembangan. Dalam site plan awal, akan dikembangkan lebih dari lima jenis properti dengan jumlah unit dan skala bangunan masif.

Namun, seiring dengan dinamika pasar dan juga tren properti aktual, perubahan dan penyempurnaan tak terelakkan. Menurut CEO MGM Land, Suyanto Chandra, perubahan tersebut memungkinkan identitas CBD Balikpapan lebih kuat dan potensial diterima pasar.

"Perubahan terbesar terutama dalam tahapan pembangunan. Pusat belanja yang awalnya hanya satu bangunan masif kami split menjadi tiga. Demikian pula dengan jumlah unit apartemen strata, sebelumnya 1.200 unit, menjadi hanya 600 unit. Separuh lagi akan kami jadikan kondotel dan serviced residence," papar Suyanto.


Perubahan dan penyempurnaan, lanjut Suyanto, lebih kepada memperhitungkan risiko. Bahwa keputusan harus diambil. Bila rancangan baru ini secara fisibilitas layak ketimbang yang lama, maka tidak ada alasan untuk mempertahankan yang lama.

Ada pun tahapan pembangunan CBD Balikpapan terdiri atas, tahap I meliputi The Dome yang merupakan pusat belanja dengan konsentrasi pada seksi kuliner, supermarket, fesyen, toko buku, sinema seluas 4.557 meter persegi, dan gerai elektronik. The Dome akan terkoneksi dengan Harris Hotel yang terdiri atas 100 suites dan 200 kamar standard, dilengkapi ball room seluas 1.500 meter. The Dome juga akan terhubung dengan perkantoran yang dirancang sebagai smart office.

"Untuk The Dome, kami sudah menerima komitmen dari Transfood, Electronic City dan berbagai nama lainnya. Sementara untuk hotel, kami menunjuk Tauzia Management sebagai pengelolanya dan perkantoran telah disewa oleh Bankaltim yang akan membuka layanan priority banking, Telkom, serta Garuda Indonesia," jelas Suyanto.

Sementara pembangunan Tahap II akan terdiri atas The Dome yang juga merupakan pusat belanja, taman perkantoran (Golden Business Park), dan apartemen. Untuk tahap III meliputi The Dome, serviced residence yang juga dikelola Tauzia Management, dan town house sebanyak 12 unit.

Hingga saat ini, catatan penjualan apartemen telah 150 unit terjual dengan kondisi pertumbuhan harga aktual mencapai Rp 600 juta untuk tipe terkecil (studio) dari sebelumnya hanya Rp 300 juta per unit.

Guna merealisasikan proyek multifungsi perdananya ini, MGM Land harus merogoh kocek sebanyak Rp 1,8 triliun untuk pembangunan tahap I. Rencananya, pembangunan tahap I rampung keseluruhan pada awal 2015.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita