159 Jum'at, 15 November 2013 | 17:42:06

Apersi: Pengembang Banyak Diganggu Hama

Apersi: Pengembang Banyak Diganggu Hama

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mengeluhkan banyaknya penganggu kinerja pengembang sepanjang tahun ini. Salah satunya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Sepanjang 2013 seperti yang kita ketahui banyak yang mengganggu pekerjaan pengembang. Seperti, kenaikan BBM yang memberi pengaruh kepada naiknya harga material," kata Ketua DPP Apersi versi Munas Jakarta Anton R Santoso saat ditemui di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kamis (14/11/2013).

Belum lagi pengembang merasa tak memperoleh banyak keuntungan terkait kewajiban membangun hunian rumah bersubsidi yang menggunakan sistem Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Padahal, pengembang seharusnya memperoleh perputaran keuntungan secara cepat agar bisa membangun proyek lainnya.

Melihat berbagai permasalah tersebut, DPP Apersi Jakarta meminta pada pemerintah untuk berpihak pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetapi juga pada pengembang. Apersi juga menyarankan agar pemerintah membuat aturan yang tegas dan lugas.

Anton juga menambahkan, aturan untuk masyarakat berpenghasilan rendah tidak bisa hanya diselesaikan Kemenpera saja. Tapi harus ada political will untuk membuat kebijakan inpres atau kepres yang mengkordinir terkait MBR. Karena menurutnya, jika itu terlaksana proses perijinan dan lain-lain dapat berlangsung lebih cepat.

Dia mengakui, target FLPP pada tahun 2013 masih jauh dibawah harapan. Ini dikarenakan banyak faktor, salah satunya yaitu anggaran FLPP 2014 nanti dikurangi.

"Saya melalui Apersi ingin mendorong pemerintah supaya aturan MBR ini dibuat khusus untuk perumahan bersubsidi, jadi tidak disamaratakan dengan perumahan komersial", ujarnya. (nia)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita