185 Kamis, 14 November 2013 | 17:40:31

Bank Tanah Melimpah, PP Kembangkan 3 Proyek Besar

Bank Tanah Melimpah, PP Kembangkan 3 Proyek Besar

Melimpahnya bank tanah yang dimiliki PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk di tengah kota, menstimulasi perseroan ini mengembangkan tiga proyek komersial sekaligus yakni Grand Kamala Lagoon, Bekasi, Grand Sungkono Lagoon, Surabaya, dan satu lainnya di Tanjung Duren, Jakarta Barat, melalui PP Properti. PT PP memiliki land bank sekitar 40 hektar. Sekitar 24,8 hektar di antaranya berada di Kalimalang, Bekasi.

Direktur Pemasaran PT Pembangunan Perumahan Tbk (PT PP) I Wayan Karioka mengungkapkan pengembangan kedua proyek tersebut merupakan realisasi strategis perseroan setelah pelaksanaan spin off  Divisi Properti PP pada Oktober lalu.

"Kami berharap besar pada pilar bisnis properti. Tahun depan pendapatan dan laba bersih berasal dari PP properti. Lahirnya proyek-proyek baru di segmen bangunan gedung diharapkan mampu menggenjot pendapatan secara keseluruhan," ujar Karioka, Rabu (13/11/2013).

Sebagai catatan, lima pilar bisnis yang digeluti oleh PT PP adalah konstruksi, properti, EPC, investasi, dan pracetak.

Corporate Secretary PT PP Taufik Hidayat mengakui, sektor konstruksi masih mendominasi pemasukan bagi perusahaan. Untuk itu, untuk menyelaraskan semua pilar, pilar properti akan digenjot kinerjanya semaksimal mungkin.

Grand Kamala Lagoon menempati land bank di area Kalimalang, Bekasi. Selain pengembangan multifungsi ini, PP juga akan membangun jembatan Kalimalang sebagai akses ke Grand Kamala Lagoon. Untuk Grand Kamala Lagoon, PP menyiapkan dana sebesar Rp 200 miliar.

Sementara untuk Grand Sungkono Lagoon, kebutuhan dana pengembangan tahap I mencapai Rp 150 miliar. Proyek ini seluas 3,4 hektar, berlokasi di Jl Mayjend Sungkono, Surabaya Barat. Serupa dengan proyek mereka di Bekasi, Grand Sungkono Lagoon merupakan proyek multifungsi yang terdiri atas apartemen, pusat belanja dan perkantoran.

Sedangkan proyek komersial lainnya di Tanjung Duren, jakarta Barat, diproyeksikan menelan biaya sekitar Rp 150 miliar untuk tahap awal.

Editor : Hilda B Alexander
Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita