76 Jum'at, 08 November 2013 | 11:52:00

Respons Bos Angkasa Pura Tentang Asing Boleh Kelola Bandara

Respons Bos Angkasa Pura Tentang Asing Boleh Kelola Bandara

Pemerintah berencana membuka sektor pengelolaan bandara bagi investor asing. Investor asing nantinya bakal bersaing mengelola bandara dengan operator bandara pelat merah PT Angkasa Pura (AP) I dan II. Apa respons pihak Angkasa Pura I atas rencana pemerintah ini? Direktur Utama AP I Tommy Soetomo menjelaskan rencana pemerintah ini justru mendorong operator bandara pelat merah untuk lebih aktif dan serius meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan.

"Positif untuk meningkatkan level of service dan meningkatkan competitiveness. Jadi ini fokus ke pengguna jasa," ucap Tommy, Jumat (8/11/2013).

Namun Tommy sedikit mempertanyakan tentang kejelasan informasi dari rencana pemerintah membuka Daftar Investasi Negatif (DIN) ini. Menurutnya belum ada klasifikasi jelas apakah investor asing masuk sebagai pengelola atau bisa juga memiliki bandara.

"Tapi saya belum begitu clear ada yang berpendapat operator ship boleh ke asing tapi ownership ke Indonesia," sebutnya.

Menurutnya jika asing masuk sebagai operator, AP I selaku operator 13 bandara komersial ini telah lebih awal menggandeng operator bandara dunia seperti GVK India dan Incheon Korea Selatan sejak tahun 2011.

"Kalau AP I sudah selangkah maju dari dulu. Kita menggandeng Incheon dan GVK India," terangnya.

Masuknya investor asing ke bisnis bandara RI dinilai sejalan dengan roh dari Undang-Undang Nomer 1 Tahun 2019 tertang penerbangan.

"Sebetulnya berdasarkan UU nomer 1 tahun 2009 tentang penerbangan sudah diatur liberalisasi. Intinya relaksasi bukan hanya BUMN tapi swasta sudah terlibat. Itu swasta bisa domestik dan asing," jelasnya.
(feb/dru)

Sumber : Detik

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita