181 Jum'at, 25 Oktober 2013 | 09:17:29

Gunas Group Kembangkan Hunian Terpadu di Bekasi

Gunas Group Kembangkan Hunian Terpadu di Bekasi

Gunas Land pengembang yang berfokus pada pengembangan properti, manajemen dan investasi ini, meluncurkan proyek pengembangan kawasan hunian terpadu Vida Bekasi dengan nilai investasi sebesar Rp 700 miliar.

Direktur Gunas Group Erwady Gunawan mengatakan, proyek Vida Bekasi yang dikembangkan pada lahan seluas 40 hektar (Ha) ini, akan disiapkan menjadi kawasan hunian, komersial, fasilitas pendidikan dan rekreasi, serta ruang terbuka hijau.

Saat ini, kata Erwady, pihaknya sudah mengalokasikan investasi sebesar Rp200 miliar untuk penyediaan lahan dan pembangunan infrastruktur dikawasan tersebut. Sedangkan untuk pengembangan lahan, dibutuhkan dana sebesar Rp 500 miliar.

"Untuk tahap awal, disiapkan Rp 500 miliar untuk pengembangan proyek. Seluruh dana berasal dari perusahaan. Jadi kita tidak menggunakan fasilitas pinjaman dari pihak lain," katanya dalam acara launcing Vida Bekasi, di Kebun Jeruk, Jakarta, Kamis, (24/10).

Sementara itu, General Manager Gunas Land, Edward Kusuma menambahkan, prospek pengembangan properti di kawasan Bekasi sangat besar karena pertumbuhan ekonomi yang baik dan dengan jumlah penduduk mencapai 2,5 juta jiwa.

Selain itu, sebagai kota pendukung Jakarta, harga rata-rata lahan di kawasan tersebut juga relatif masih terjangkau.

"Apalagi lokasi Vida Bekasi berada di antara Bekasi Barat dan Cibubur. Kawasan ini sangat potensial," jelasnya.

Vida Bekasi ini nantinya akan dikembangkan 70% hunian dan 30% adalah tempat komersial, termasuk sarana pendidikan dan juga rumah sakit.

"Proyeknya sudah mulai 4 bulan lalu, kita harapkan tahun depan sudah dibangun unit huniannya," pungkas Edward.

Sumber : Berita Satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita