1 Selasa, 22 Oktober 2013 | 14:37:42

Bumi Perkasa Permai Pasarkan Apartemen Siap Huni

Bumi Perkasa Permai Pasarkan Apartemen Siap Huni

PT Bumi Perkasa Permai tidak lama lagi akan menyelesaikan keseluruhan pembangunan proyek kawasan terpadu (mixed use complex) Green Central City seluas 1,4 hektar, yang terletak di Jalan Gajah Mada No.188, Jakarta Barat, tidak jauh dari pusat perdagangan elektronik Glodok. Saat ini, PT Bumi Perkasa Permai tinggal menyelesaikan finishing apartemen Cerbera Tower. Sementara Adenium Tower sudah dihuni sejak dua tahun lalu.

Disebutkan, adapun total unit apartemen yang ada di Green Central City berjumlah 844 unit plus penthouse. Selain dua tower apartemen, juga terdapat tower hotel yang telah dioperasikan oleh jaringan hotel international Novotel, sejak awal 2013.

"Dari total 220 unit apartemen yang dipasarkan di Cerbera Tower, saat ini 75% sudah terjual," kata Manajer Pemasaran PT Bumi Perkasa Permai, Chris Tejasukmana, kepada media ini, Senin (21/10) sore.

Chris mengatakan, pihaknya akan mulai menyerahkan apartemen di Cerbera Tower pada bulan Desember 2013. "Dan kami optimis akhir tahun ini seluruh unit apartemen di Cerbera Tower habis terjual semua, karena apartemen yang kami pasarkan ini memiliki banyak keunggulan," tambahnya.

Managing Director Urban Development PT Modernland Realty Tbk, Andy K Natanael, pun memaparkan berbagai keunggulan yang dimiliki apartemen Green Central City. Antara lain yakni lokasinya yang sangat strategis. Green Central City terletak di salah satu kawasan segitiga bisnis tersibuk di ibu kota, yakni Jalan Gajah Mada, Mangga Dua dan Jalan Pasar Pagi. Ketiga jalan ini sudah lama tersohor dengan kekhasannya masing-masing. Jalan Mangga Dua terkenal sebagai pusat bisnis fashion, Pasar Pagi tersohor sebagai sentra perdagangan tekstil dan alat tulis kantor (ATK), sedangkan Jalan Gajah Mada terkenal sebagai pusat perdagangan elektronik terbesar.

"Jadi, selain cocok untuk usahawan yang mengembangkan usaha di kawasan segitiga bisnis tersebut, apartemen ini juga tepat bagi pengusaha daerah yang bolak-balik setiap minggu atau setiap bulan untuk berbelanja di Pasar Pagi, Pasar Glodok, atau Mangga Dua. Banyak pedagang dari kota-kota besar di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera, membeli unit apartemen di sini," papar Andy.

Lebih lanjut, Andy mengatakan, dengan adanya moda transportasi umum busway TransJakarta, apartemen 24 lantai ini juga sangat ideal untuk hunian bagi mereka yang bekerja di kawasan Harmoni, Jalan Merdeka Barat, Timur, Utara dan Selatan, serta Jalan Sudirman dan Thamrin. Dengan naik TransJakarta, mereka hanya butuh waktu 10-15 menit untuk sampai ke kantor.

"Apartemen ini juga dapat dijadikan solusi paling ekonomis bagi mereka yang selama ini tinggal di Bodetabek, tapi bekerja di koridor Gajah Mada-Hayam Wuruk-Thamrin-Sudirman. Pada hari Senin sampai Jumat mereka bisa tinggal di apartemen ini, sementara Jumat malam hingga Minggu mereka bisa kembali ke rumahnya," kata Andy pula.

Selain unggul dari segi lokasi dan kemudahan moda transportasi umum, apartemen ini juga punya banyak keunggulan lainnya. Antara lain yakni di kawasan Green Central City ini juga terdapat cagar budaya Chandra Naya. Bangunan ini merupakan aset nasional yang memiliki nilai sejarah tinggi, terutama bagi masyarakat keturunan Tionghoa.

Selain itu disebutkan, pembangunan mixed use ini juga mengusung kaidah ramah lingkungan (green). Konsep hijau itu antara lain diterapkan dengan penyediaan sky park (6.000 meter persegi) yang menghubungkan antara Hotel Novotel dengan kedua tower apartemen. Selain sebagai ruang terbuka hijau, sky park yang dipadati dengan aneka jenis tanaman ini juga difungsikan untuk jogging track, taman bermain anak-anak, serta tempat bersantai seluruh warga.

Kemudian, masih menurut Andy, kedua tower apartemen yaitu Adenium dan Cerbera, adalah hunian vertikal yang dikembangkan di lahan terluas dibandingkan apartemen yang ada di kawasan sekitar. Fasilitas yang tersedia juga lengkap. Untuk menunjang kebutuhan tamu hotel dan penghuni apartemen, tersedia pula restoran Lei Garden yang menyajikan menu nasional dan internasional, area komersial di bridge floor, gerai ATM, mini market, kolam renang, serta area parkir berkapasitas 1.100 mobil. Jumlah parkir ini diklaim jauh melebihi jumlah unit apartemen di Green Central City.

Selain itu, kata Andy pula, harga apartemen di Cerbera Tower masih reasonable, bahkan tidak naik meski harga-harga material bangunan telah mengalami kenaikan. Dengan harga yang rasional, mulai dari Rp16,5 juta hingga Rp20 juta per meter persegi, peluang konsumen untuk menikmati keuntungan dari kenaikan harga disebut sangat tinggi. Dijelaskan, untuk apartemen di Cerbera Tower sendiri, saat ini PT Bumi Perkasa Permai masih memasarkan tipe 1 bedroom (BR) dengan luas mulai 36 meter persegi seharga Rp695 juta, tipe 2 bedroom mulai 44 meter persegi seharga Rp915 juta, serta tipe 3 bedroom mulai 82 meter persegi seharga Rp1,59 miliar.

"Tower Cerbera adalah pilihan tepat untuk mendukung keinginan warga yang berniat kembali ke tengah kota. Tinggal di apartemen adalah solusi tepat menghindari kemacetan lalu lintas yang kian parah," ujar Andy.

Ditambahkan, kelebihan lainnya, Cerbera Tower adalah hunian vertikal yang dipasarkan saat progres pembangunannya sudah memasuki tahap finishing, bahkan ada sebagian unit yang sudah rampung. PT Bumi Perkasa Permai sendiri berkomitmen, mulai Desember 2013 mendatang sudah akan mulai melakukan serah terima unit secara bertahap. Selain bertujuan menyediakan tempat tinggal yang segera bisa dihuni, ini juga dimaksudkan demi menciptakan trust pada konsumen. Apalagi belakangan, banyak developer yang tidak dapat melakukan serah terima apartemen secara tepat waktu.

Sumber : Berita Satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita