283 Rabu, 02 Oktober 2013 | 09:25:38

Konsep Hijau Sinar Mas Land Berbuah Manis

Konsep Hijau Sinar Mas Land Berbuah Manis

Sebagai salah satu perusahaan pengembang properti di Asia Tenggara, Sinar Mas Land berhasil mengungguli kinerja energi gedung-gedung di Asean. Sinar Mas land pun pada ajang ASEAN Energy Award 2013 tampil menjadi pemenang di kategori New and Existing Building dalam kelompok kategori Asean Best Practice Competition for Energy Efficient Buildings.

"Raihan ASEAN Energy Award 2013 karena ini menjadi jawaban dari kerja keras dan inovasi Sinar Mas Land dalam mengelola gedung secara efisien dan hemat energi sehingga bisa melambungkan nama Indonesia sebagai yang terbaik di kawasan Asia Tenggara," Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land Ishak Chandra di Jakarta, Senin (1/10).

Penghargaan ini, dikatakan Ishak merupakan kelanjutan dari sukses Sinar Mas Land di tahun 2012 lalu yang berhasil menjadi National Winner di ajang kompetisi Gedung Hemat Energi untuk Indonesia.

Ia menambahkan, dengan prestasi tersebut perseroan bisa memperlihatkan kapasitas Indonesia yang mampu mengelola dan melakukan efisiensi energi terhadap bangunan, di tengah kelangkaan dan peningkatan biaya energi yang terjadi di seluruh dunia.

Adapun, Sinar Mas Land melalui Sinar Mas Land Plaza berhasil mengungguli Park Verntures Ecoplex, Thailand dan Mapletree Anson, Singapore, yang meraih 1st runner up, serta PT Dahana yang meraih posisi 2nd runner up di kategori New and Existing Building dalam kelompok kategori tersebut.

Untuk diketahui, Asean Energy Award merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Forum antar Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).

Ajang yang diikuti oleh seluruh Negara yang berada di kawasan Asia Tenggara dan tergabung dalam ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) ini, bertujuan untuk mendorong bangunan-bangunan di seluruh negara Asean agar melakukan upaya efisiensi energi dan pengembangan energi terbarukan untuk mempersiapkan diri menghadapi era ke depan. Di mana, kelangkaan dan biaya energi semakin meningkat.

Sebelumnya, induk usaha dua emiten properti, yaitu PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) ini sudah menerapkan konsep green building pada proyek Sinar Mas Land Plaza, Kampus Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) Deltamas, dan Kampus Prasetiya Mulya BSD, Grand Wisata Bekasi, Kota Wisata Cibubur, dan Kota Deltamas Cikarang.

Bahkan, Kota Deltamas merupakan salah satu dari 16 perumahan di kawasan Jabodetabek dan Bandung yang berkonsep hijau, dengan produk kluster Malibunya yang berhasil meraih penghargaan Green Property Awards 2010 kategori perunggu.

Peraih Green Certified dari lembaga internasional Building Construction Authority (BCA) di Singapura inipun juga menyiapkan distrik seluas 25 hektar untuk dibangun dengan konsep properti hijau.

"Bagi kami, green property atau green architecture bukan sekadar gimmick atau iming-iming pemasaran untuk mendongkrak penjualan, tetapi merupakan komitmen kami yang ke depan akan menjadi destiny," ungkap Ishak Chandra.

Dari penerapan konsep properti hijau, Direktur Sinar Mas Land Ignesjz Kemalawarta mengatakan, bangunan Sinar Mas Land Plaza dapat menghemat energi hingga 31%, hemat air 23% dan non emisi CO2 sampai 600 ton per tahun.
Sementara, untuk bangunan Kampus ITSB Deltamas, bisa hemat energi hingga 38%, hemat air 31% dan non emisi CO2 800 ton per tahun. Sedangkan, untuk bangunan Kampus Prasetya Mulya BSD dapat hemat energi sebanyak 42%, hemat air 38%, dan non emisi CO2 1170 ton per tahun.

Lebih lanjut, kata Ishak, pengembang properti yang sudah 40 tahun di Indonesia ini berupaya untuk memerangi pemanasan global, mengurangi emisi CO2, serta menghemat penggunaan energi demi kehidupan dan dunia yang lebih baik bagi manusia dan lingkungan.

Berdasarkan analisis, sektor bangunan secara perlahan namun konstan memiliki kontribusi terbesar dalam menyumbang emisi karbon di alam sehingga memperparah pemanasan global yang sedang berdampak makin memburuk akhir-akhir ini.

Lebih dari 60% emisi gas buang yang terdiri dari senyawa CO2, SO2 dan gas metana dihasilkan dari sektor industri pembangunan termasuk didalamnya sektor pembangunan real estate. Dengan kata lain, sekitar 70% dari karbon di perkotaan itu dihasilkan oleh transportasi dan bangunan.

Selain itu, polusi udara telah terdaftar sebagai salah satu dari 10 faktor pembunuh manusia di dunia dan sebanyak 65% dari kematian akibat pencemaran udara terjadi di Asia.

Sumber : Berita Satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita